Airlangga Hartarto Catat Pelemahan Rupiah Hanya Mencapai Lima Persen

Airlangga Hartarto Catat Pelemahan Rupiah Hanya Mencapai Lima Persen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah saat ini terkendali di angka lima persen pada Senin (25/5/2026). Angka depresiasi ini dinilai jauh lebih rendah dibandingkan dengan kemerosotan nilai mata uang yang pernah dialami Indonesia pada periode-periode sebelumnya.

Perbandingan kualitas perekonomian dalam dua dekade terakhir dipaparkan oleh Airlangga melalui data depresiasi dari masa ke masa. Berdasarkan catatan historis, nilai mata uang Garuda sempat mengalami kemerosotan hingga mencapai 40 persen dalam kurun waktu satu dekade pada periode tahun 2004 sampai 2014.

"Dan itu dengan inflasi yang di tahun 2005 17 persen, karena harga minyak naik ke 140 Dolar AS per barel," katanya dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah yang disaksikan virtual, Senin (25/5/2026).

Kondisi tekanan terhadap mata uang domestik tersebut kemudian berlanjut pada periode sepuluh tahun berikutnya. Sepanjang tahun 2014 hingga 2024, nilai tukar Rupiah tercatat mengalami pelemahan sebesar 30,6 persen dengan laju inflasi yang tertahan di level 3 persen.

"Jadi beda nih kualitas dalam dua dekade terakhir, dan per hari ini inflasi kita jaga di 2,4 persen dan depresiasi Rupiah 5 persen," tegas Airlangga.

Sementara itu, performa positif ditunjukkan oleh Rupiah yang berhasil membalikkan arah ke zona hijau pada pembukaan pasar spot awal pekan, dilansir dari Suara. Data Bloomberg pada Senin pagi memperlihatkan kurs mata uang domestik tersebut menguat tipis 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.716 per dolar Amerika Serikat.

Artikel terkait

Rekomendasi