Airlangga Sebut Program Makan Gratis Dongkrak Ekonomi Kuartal I 2026

Airlangga Sebut Program Makan Gratis Dongkrak Ekonomi Kuartal I 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada triwulan pertama 2026. Capaian ini diumumkan di Kantor Kemenko Perekonomian pada Selasa (5/5/2026) menyusul rilis data Badan Pusat Statistik terkait performa ekonomi nasional.

Pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh peningkatan belanja pemerintah yang melonjak 21,81 persen dengan total realisasi mencapai Rp 815 triliun, sebagaimana dilansir dari Suara. Angka belanja ini tercatat lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya serta melampaui rata-rata historis akibat adanya berbagai program stimulus kementerian dan lembaga.

"Ini di atas rata-rata historis dan tentu ini didorong oleh beberapa program belanja kementerian lembaga, termasuk MBG sampai dengan Maret Rp 51 triliun," katanya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (5/5/2026).

Airlangga menjelaskan bahwa selain program makan gratis, komponen belanja negara lainnya mencakup pemberian Tunjangan Hari Raya bagi ASN senilai Rp 51,65 triliun serta subsidi diskon tarif transportasi. Stimulus transportasi sebesar Rp 169 miliar tersebut berdampak pada kenaikan volume penumpang kereta api ekonomi sebesar 7,6 persen dan angkutan penyeberangan hingga 13,7 persen secara tahunan.

Sektor pembiayaan juga menunjukkan tren positif melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat yang mencapai Rp 96,81 triliun atau 34,41 persen dari target tahunan. Selain itu, realisasi Kredit Alat dan Mesin Pertanian tercatat sebesar Rp 55,92 miliar, sementara Kredit Program Perumahan telah terserap Rp 14,92 triliun pada kuartal pertama tahun ini.

Sejumlah indikator makro lainnya memperkuat stabilitas ekonomi dengan inflasi April di angka 2,42 persen dan Indeks Keyakinan Konsumen pada level 122,9 persen. Neraca perdagangan Indonesia juga mempertahankan tren positif dengan surplus yang telah bertahan selama 71 bulan berturut-turut pada angka Rp 3,32 triliun.

Kinerja perbankan turut menyokong pertumbuhan dengan peningkatan dana pihak ketiga sebesar 13,55 persen secara year-on-year. Pada periode yang sama, penyaluran kredit secara keseluruhan mengalami pertumbuhan sebesar 9,49 persen yang mengindikasikan aktivitas ekonomi tetap produktif.

Artikel terkait

Rekomendasi