Investor pasar modal kini tengah mencermati deretan saham pilihan yang memiliki peluang menarik di tengah fluktuasi IHSG. Sejumlah emiten dinilai mempunyai potensi rebound serta penguatan jangka pendek.
Dikutip dari Info, beberapa saham yang masuk dalam daftar perhatian para pelaku pasar tersebut adalah PGAS, TLKM, dan WIIM.
Saham PGAS dinilai memiliki peluang penguatan setelah bergerak di area support. Indikator stochastic yang berada pada area oversold memberikan sinyal kuat untuk potensi pembalikan arah dalam waktu dekat.
Perusahaan gas pelat merah ini juga terus memperkuat lini bisnis distribusi serta transmisi gas bumi. Kinerja operasional yang stabil menjadi sentimen positif bagi pergerakan harga sahamnya dalam jangka menengah.
PGAS sebelumnya masuk dalam kategori "Accum Buy" dengan target harga pada kisaran 1.885 hingga 1.970. Sementara itu, level stop loss ditetapkan sekitar 1.760–1.860.
Saham TLKM turut menjadi pilihan utama karena fundamental perusahaan yang kokoh dan posisi harga strategis untuk akumulasi. Emiten telekomunikasi ini berada di area support dengan peluang reversal seiring pelemahan histogram MACD yang mulai terbatas.
Indikator stochastic untuk TLKM juga memperlihatkan potensi rebound dari area jenuh jual. Pertumbuhan bisnis digital serta layanan data yang terus berkembang menjadi penopang utama fundamental Telkom Indonesia.
Agenda korporasi seperti RUPSLB perusahaan turut menjadi perhatian pelaku pasar. Agenda tersebut diproyeksikan dapat menjadi katalis tambahan bagi pergerakan saham.
Potensi Saham Lapis Kedua WIIM
Investor mulai melirik saham WIIM di luar sektor energi dan telekomunikasi. Emiten produsen rokok ini dinilai mempunyai peluang pertumbuhan berkat strategi ekspansi bisnis dan stabilitas penjualan di pasar domestik.
Para pelaku pasar umumnya memburu saham lapis kedua seperti WIIM saat terjadi rotasi sektor di bursa. Saham ini berpotensi menjadi pilihan trading jangka pendek maupun menengah karena memiliki valuasi yang relatif menarik.
Faktor global, arus dana investor asing, hingga pergerakan harga komoditas masih memengaruhi laju IHSG belakangan ini. Investor disarankan untuk selalu menerapkan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Kemudahan penggunaan aplikasi sekuritas seperti Ajaib banyak dibahas oleh komunitas investor ritel untuk aktivitas trading maupun investasi jangka panjang. Pengguna menganggap kemudahan aplikasi sebagai nilai tambah, meski pemahaman fitur dan risiko transaksi tetap mendasar.