Warga Desa Pasirranji Peroleh Akses Air Bersih Melalui Jaringan Pipa

Warga Desa Pasirranji Peroleh Akses Air Bersih Melalui Jaringan Pipa

Puluhan warga di Desa Pasirranji, Kecamatan Cikarang Pusat, kini mulai menikmati fasilitas air bersih yang mengalir langsung ke kediaman mereka melalui sistem perpipaan. Berdasarkan laporan Money pada Jumat (8/5/2026), infrastruktur ini hadir untuk mengatasi kesulitan warga dalam mendapatkan air layak konsumsi di tengah pertumbuhan kawasan industri.

Sebelumnya, masyarakat setempat sangat bergantung pada pemanfaatan air tanah yang kualitasnya tidak memenuhi standar kesehatan. Meski telah dilakukan pengeboran hingga kedalaman 150 meter, air yang dihasilkan tetap dalam kondisi keruh dan berminyak sehingga tidak optimal untuk kebutuhan rumah tangga.

"Airnya ada, tapi sering berwarna kuning, berminyak, dan terasa pahit, sehingga tidak bisa digunakan," ujar Kepala Desa Pasirranji Wardi Sunandar, melalui keterangan pers, Jumat (8/5/2026).

Kualitas air tanah yang buruk tersebut memaksa otoritas desa dan warga untuk beralih menggunakan sistem distribusi yang lebih terintegrasi guna menjamin kesehatan masyarakat.

"Karena itu, warga harus bergantung pada pasokan air dari sistem perpipaan," lanjut dia.

Keterbatasan sumber air sebelumnya membuat warga harus mendatangkan pasokan dari jarak belasan kilometer dengan biaya tinggi. Atang, salah satu warga Kampung Cimahi, mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengeluarkan biaya hingga Rp 1 juta per bulan untuk membeli air tangki dan galon.

"Kita pesan mobil tangki, kadang datangnya dua hari kemudian karena antre," kata Atang.

Pria yang sudah menetap selama lima tahun tersebut menjelaskan bahwa pengeluaran rutin untuk air bersih sebelumnya mencapai Rp 160.000 setiap minggunya. Namun, sejak terhubung ke jaringan pipa, beban finansial keluarganya berkurang signifikan menjadi kisaran Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu saja.

"Sekarang paling Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu per bulan. Dulu bisa sampai satu juta," ujarnya.

Proyek penyediaan air ini menjangkau sekitar 40 kepala keluarga di Kampung Cimahi dengan kapasitas distribusi mencapai 21.600 liter per hari. Program hasil kolaborasi Bosch Indonesia dan Habitat for Humanity Indonesia ini bertujuan memperluas cakupan layanan di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau pipa.

"Akses air bersih bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan kepastian, kesehatan, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi keluarga," ujar Program Director Habitat for Humanity Indonesia Arwin Soelaksono.

Langkah memperkuat sistem perpipaan dinilai sebagai solusi paling rasional dibandingkan terus mengeksploitasi air tanah yang kualitasnya menurun. Inisiatif ini juga melibatkan partisipasi aktif karyawan dalam kegiatan relawan di tingkat komunitas.

"Melalui kolaborasi dengan Bosch Indonesia, kami melihat bagaimana intervensi ini membantu warga Kampung Cimahi dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari," lanjut dia.

Pembangunan infrastruktur ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap target pemerintah daerah dalam memperluas layanan air bersih hingga 60 persen pada tahun 2026. Upaya tersebut sekaligus sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di sektor sanitasi.

Artikel terkait

Rekomendasi