Pemprov DKI Jakarta Gelar Jakarta Future Festival 2026 di TIM

Pemprov DKI Jakarta Gelar Jakarta Future Festival 2026 di TIM

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada 4 sampai 6 Juni 2026 sebagai ruang kolaborasi lintas sektor menuju kota global. Pertemuan ini difungsikan untuk menghimpun gagasan dari berbagai pemangku kepentingan guna mempersiapkan ketangguhan kota menjelang usia ke-500 tahun, seperti dilansir dari Medcom.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno memaparkan bahwa acara ini mengusung tema 'Navigating Resilience' atau Menavigasi Resiliensi untuk menegaskan karakter ketangguhan Jakarta. Pelaksanaan festival selama tiga hari tersebut berhasil menarik antusiasme tinggi dengan mencatatkan pergelaran 52 sesi diskusi yang melibatkan 250 pembicara, termasuk 10 pembicara internasional, serta dihadiri lebih dari 80 ribu pengunjung.

“JFF ini bukan pertemuan biasa tapi menjadi wadah memberikan gagasan. Kita banyak mendengar masukan-masukan dan nanti akan kita kolaborasikan untuk dalam pembangunan selanjutnya,” ujar Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sektor ekonomi kreatif dan kebudayaan juga turut dilibatkan dalam festival ini untuk memeriahkan suasana kolaborasi. Kegiatan ini tercatat melibatkan puluhan pelaku usaha mikro serta puluhan penampil seni.

“Acara ini juga dimeriahkan oleh 27 performers ada musik, ada seni budaya lainnya. Ada pun UMKM yang terlibat mencapai 72 wirausahawan,” kata Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Karakter ketangguhan menjadi fokus utama yang diangkat dalam rangkaian agenda festival. Pemerintah menilai aspek tersebut menjadi modal penting bagi keberlangsungan masa depan Jakarta.

“Jakarta ini hidup karena dia tangguh, menjadi benang merahnya dari kegiatan ini,” ucap Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Akselerasi transformasi Jakarta diperkuat melalui kehadiran belasan profesor dari berbagai universitas internasional pada hari terakhir festival. Para akademisi dunia tersebut dihadirkan untuk membagikan gagasan mengenai perancangan tata kota global.

“Pemprov DKI Jakarta melahirkan gagasan inovasi dan kolaborasi konkret untuk mempercepat transformasi Jakarta,” kata Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Refleksi mengenai identitas dan posisi strategis kota dibahas secara khusus melalui agenda Jakarta’s Forecast: Jakarta 500 - Memory, Character and the Future as Global City. Rano Karno menekankan bahwa partisipasi masyarakat menjadi orientasi utama menjelang momentum hari jadi Jakarta pada tahun depan.

“Menjelang perayaan lima abad Jakarta pada 22 Juni tahun depan, pembangunan Jakarta harus berorientasi pada kepentingan warga. Jakarta harus menjadi milik warga, pemerintah berperan sebagai fasilitator yang mendukung partisipasi masyarakat dalam membangun kota,” cetus Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania menyatakan bahwa seluruh gagasan dari festival ini akan segera diimplementasikan. Pemerintah daerah menjadwalkan peresmian Urban Knowledge Hub di Jakarta Selatan sebagai langkah konkret tindak lanjut ekosistem pengetahuan perkotaan.

“Nah ini adalah salah satu yang akan kita tindaklanjuti dan besok kebetulan Pak Gubernur juga akan meresmikan Urban Knowledge Hub yang berada di Nyi Ageng Serang lantai 6, Jakarta Selatan sebagai salah satu kontinuitas dari Jakarta Future Festival,” tutur Atika Nur Rahmania, Kepala Bappeda DKI Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi