Pasar saham Wall Street ditutup melemah akibat maraknya aksi ambil untung investor pada sektor saham teknologi global pada perdagangan Jumat, 16 Mei 2026 waktu Amerika Serikat. Sentimen negatif ini diperparah oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan kenaikan harga minyak dunia, seperti dilansir dari Suara.
Laporan CNBC mencatat penurunan merosotnya seluruh indeks utama Wall Street, termasuk indeks S&P 500 yang melemah 1,24 persen ke level 7.408,50. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite anjlok 1,54 persen dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 1,07 persen ke posisi 49.526,17.
Koreksi tajam melanda saham-saham sektor teknologi yang sebelumnya sempat melonjak tinggi berkat euforia kecerdasan buatan. Saham Intel merosot di atas 6 persen, Advanced Micro Devices turun 5,7 persen, Micron Technology terkoreksi 6,6 persen, Nvidia turun 4,4 persen, dan Cerebras Systems jatuh 10 persen.
Analis pasar modal menyoroti bahwa pergerakan sektor teknologi belakangan ini sudah terlalu tinggi sehingga sangat rentan terhadap koreksi.
"Grup ini telah menyaksikan pergerakan yang sangat tidak berkelanjutan dalam beberapa minggu terakhir dan tetap rentan terhadap aksi ambil untung terlepas dari berita utama," kata Adam Crisafulli dari Vital Knowledge.
Di sisi lain, saham Microsoft justru naik 3 persen setelah investor miliarder Bill Ackman mengungkapkan investasi Pershing Square di perusahaan tersebut. Namun, pasar secara keseluruhan tetap tertekan oleh imbal hasil obligasi tenor 30 tahun yang menembus 5,1 persen akibat peningkatan inflasi.
Tekanan pasar kian bertambah seiring kenaikan kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate sebesar 4,2 persen ke 105,42 dolar AS per barel dan minyak Brent yang menguat 3,35 persen ke 109,26 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah.
Ekspektasi pelaku pasar juga mengecewakan setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping tidak menghasilkan kesepakatan besar baru, termasuk pembelian 200 jet Boeing yang dinilai di bawah prediksi. Imbasnya, saham Boeing kembali melemah 3,8 persen.
Meskipun beberapa analis mulai mengkhawatirkan reli pasar yang terlalu bertumpu pada segelintir saham teknologi raksasa, proyeksi jangka panjang terhadap sektor kecerdasan buatan dinilai masih cukup optimistis.
"Rasanya tidak tepat untuk mengatakan bahwa teknologi akan terus memimpin selamanya," ujar manajer portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek.