Investor asing melakukan aksi jual bersih yang menekan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar ke zona merah pada perdagangan sesi I hari Senin, 8 Juni 2026.
Penurunan harga saham melanda PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
Berdasarkan data Stockbit yang dilansir dari Suara, saham BBCA mengalami tekanan jual dari investor asing dengan nilai net foreign sell sebesar Rp 1,10 triliun.
Koreksi tajam membuat saham emiten bank swasta terbesar di Indonesia tersebut turun 115 poin atau 2,25 persen ke level Rp 4.960 per saham pada penutupan sesi I.
Situasi ini diantisipasi oleh CGS International Sekuritas yang langsung memetakan level support BBCA di kisaran Rp 4.975 hingga Rp 4.875, serta area resistance pada rentang Rp 5.275 hingga Rp 5.475.
Tekanan pelepasan saham oleh pihak asing juga terjadi pada BMRI dengan catatan net foreign sell senilai Rp 235,70 miliar.
Meskipun demikian, saham BMRI relatif lebih mampu menahan tekanan dengan hanya melemah 20 poin atau 0,52 persen ke level Rp 3.820.
CGS International Sekuritas memproyeksikan area support BMRI berada di kisaran Rp 3.790 hingga Rp 3.740, sementara level resistance berada pada rentang Rp 3.350 hingga Rp 3.490.
Aksi lego saham oleh investor luar negeri turut berdampak pada penurunan saham BBRI sebesar Rp 110,79 miliar.
Sektor perbankan pelat merah tersebut merosot hingga 80 poin atau 2,92 persen menuju level Rp 2.660 pada paruh pertama perdagangan.
Pergerakan BBRI diperkirakan memiliki area support di kisaran Rp 2.703 hingga Rp 2.667 dan batas resistance pada rentang Rp 2.803 hingga Rp 2.867.
Pelemahan penutupan perdagangan sesi I juga dialami oleh saham BBNI yang terkoreksi 90 poin atau 2,80 persen ke level Rp 3.120.
Proyeksi batas bawah atau support untuk BBNI berada pada kisaran Rp 3.140 hingga Rp 3.070, sedangkan target resistance diperkirakan pada rentang Rp 3.350 hingga Rp 3.490.
Selain sektor perbankan, investor asing tercatat paling banyak melepas saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai mencapai Rp 1,14 triliun, diikuti oleh saham komoditas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 169,85 miliar.