Aksi Jual Asing Tekan Pasar Saham Indonesia Meskipun IHSG Menguat

Aksi Jual Asing Tekan Pasar Saham Indonesia Meskipun IHSG Menguat

Pasar saham Indonesia masih mengalami tekanan jual yang kuat dari investor asing meskipun Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat sebesar 0,72 persen ke posisi 6.206,34 pada Senin, 25 Mei.

Dilansir dari Investasi, investor asing membukukan penjualan bersih atau net sell mencapai Rp 2,22 triliun di seluruh pasar pada hari tersebut, yang menambah akumulasi net sell sepanjang tahun ini menjadi Rp 43,85 triliun.

Koreksi IHSG yang secara kumulatif mencapai 28,22 persen dipengaruhi oleh aksi lepas saham oleh pemodal luar negeri, terutama setelah adanya pengumuman eliminasi beberapa saham dari indeks global MSCI dan FTSE.

Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor yang membayangi pergerakan pasar saham domestik dalam jangka pendek.

"Pelemahan rupiah, kenaikan BI Rate, rebalancing MSCI dan FTSE hingga wacana implementasi ekspor satu pintu yang membuat investor cenderung lebih berhati-hati terhadap aset berisiko di emerging market," katanya kepada Kontan, Senin (25/5/2026).

Andrey menilai pelaku pasar global masih akan bersikap wait and see terhadap kebijakan dalam negeri, volatilitas nilai tukar rupiah, serta pergerakan suku bunga internasional.

"Namun tekanan jual asing mulai terlihat lebih selektif dibanding beberapa waktu lalu. Saham large cap yang likuid, defensif dan fundamental kuat relatif menjadi pilihan utama investor asing," ucap Andrey.

Pilihan portofolio investor asing diproyeksikan tertuju pada sektor perbankan papan atas, barang konsumsi, serta saham komoditas yang menawarkan imbal hasil dividen tinggi.

Equity Research Kiwoom Sekuritas Abdul Azis ikut memberikan pandangan terkait dampak penyesuaian bobot indeks global terhadap rotasi modal di bursa domestik.

"Kondisi ini berpotensi mendorong aliran dana beralih ke saham-saham blue chip dengan fundamental kuat, likuiditas tinggi serta free float sehat seperti BBCA, BMRI, BBNI dan TLKM," kata dia.

Kiwoom Sekuritas memprediksi IHSG berpeluang pulih menuju level 7.300 dalam jangka menengah, di tengah pemantauan ketat investor asing terhadap kondisi fiskal serta regulasi pemerintah.

"Hold dan wait and see masih lebih aman sambil mencermati peluang akumulasi bertahap pada saham blue chip dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi," jelasnya.

Andrey mengimbau para pelaku pasar untuk tetap memperhatikan fundamental emiten, tingkat valuasi yang rasional, serta pengelolaan risiko di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak.

Artikel terkait

Rekomendasi