Fasilitas publik di Kota Solo kembali menjadi sorotan setelah munculnya rekaman video amatir yang memperlihatkan tindakan asusila sepasang kekasih. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di kawasan Taman Banjarsari, atau yang dikenal sebagai Monumen 45 Banjarsari (Monjari), Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.
Aksi tidak senonoh sepasang muda-mudi itu terekam dalam video berdurasi 14 detik yang diunggah oleh akun Instagram @peristiwasolo, seperti dikutip dari Detik Travel pada Sabtu (16/5/2026). Padahal, area publik tersebut dibangun untuk mengenang peristiwa sejarah Serangan Umum atau Serangan Empat Hari di Solo sekaligus tempat rekreasi keluarga.
Unggahan video yang telah disensor tersebut memicu keresahan di kalangan netizen dan masyarakat setempat. Kejadian asusila di ruang terbuka hijau ini tercatat bukan yang pertama kali terjadi di wilayah Surakarta.
"Meresahkan! Fasilitas Publik Disalahgunakan Kemarin Taman Manahan, sekarang Taman Banjarsari kembali menjadi sorotan. Malam ini Jumat (15/05/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, terpantau sepasang muda-mudi melakukan tindakan tidak pantas di area taman," tulis keterangan di akun Instagram @peristiwasolo dalam video tersebut, seperti yang dilihat detikJateng, Sabtu (16/5/2026).
Pihak pengelola akun juga menambahkan imbauan agar masyarakat tetap menjaga etika di ruang publik. Selain itu, mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera mengambil tindakan tegas agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Menanggapi laporan yang meresahkan warga tersebut, Wali Kota Solo Respati Ardi langsung memberikan respons. Pemerintah Kota Solo berjanji akan memperketat pengawasan fisik di sejumlah fasilitas umum.
"Hal-hal asusila terjadi belakangan ini tentu kurang baik. Kita ingin mengajak masyarakat untuk saling mengawasi. Kita akan menambahkan pengamanan CCTV dan lampu penerangan yang akan kita selesaikan di tahun ini, supaya benar-benar tidak terjadi hal serupa," kata Respati, kepada awak media, KKMP Sangkrah, Sabtu (16/5).
Di sisi lain, Kepala Satpol PP Kota Solo Didik Anggono angkat bicara mengenai lolosnya pengawasan di lokasi kejadian. Pihaknya mengaku patroli keliling sebenarnya rutin dilakukan namun personel di lapangan memiliki keterbatasan jangkauan.
"Mungkin luput dari patroli kita. Sebenarnya kalau amannya memang dijaga, tapi tidak semua tempat kuat kita jaga, karena juga melihat prioritas," kata Didik.
Sebagai langkah evaluasi, Satpol PP Kota Solo kini bersiap mengintensifkan jadwal patroli rutin, terutama menyasar sudut-sudut taman yang tersembunyi. Langkah pencegahan ini juga akan melibatkan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) di tingkat kelurahan.
"Untuk saat ini, yang pertama itu realita yang sudah terjadi. Yang kedua, kami akan melakukan patroli rutin di taman-taman kota, terutama yang lokasi delik (tersembunyi)," kata dia.