Ipsos Ungkap Alasan Masyarakat Gunakan Bank Digital pada 2026

Ipsos Ungkap Alasan Masyarakat Gunakan Bank Digital pada 2026

Kemudahan dalam bertransaksi menjadi faktor utama yang mendorong 71 persen masyarakat Indonesia untuk beralih ke layanan bank digital pada 2026. Data ini merujuk pada temuan terbaru dari lembaga riset Ipsos Indonesia.

Selain kemudahan, integrasi dengan ekosistem belanja daring dan dompet digital juga menjadi pertimbangan krusial. Sebanyak 66 persen pengguna merasa konektivitas tersebut sangat penting untuk menunjang aktivitas harian mereka.

Dilansir dari Suara, pergeseran pola perilaku ini menandakan bank digital kini tidak lagi sekadar instrumen penyimpan uang atau alat transfer. Platform ini telah bertransformasi menjadi pusat transaksi kebutuhan sehari-hari yang sangat dinamis.

Lonjakan minat ini selaras dengan laporan Bank Indonesia yang mencatat volume transaksi pembayaran digital menembus 14,28 miliar pada triwulan I 2026. Penggunaan QRIS bahkan mengalami pertumbuhan pesat mencapai 116,45 persen secara tahunan.

Survei Persepsi dan Kepuasan Pengguna terhadap Layanan Bank Digital pada April 2026 menunjukkan ekspektasi pengguna kini semakin kompleks. Masyarakat lebih selektif dalam memilih platform yang mampu memberikan kecepatan proses tanpa hambatan.

Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla, memberikan penjelasan mengenai tren pemilihan layanan keuangan digital ini. Ia menyoroti sisi praktis yang kini menjadi prioritas utama para nasabah.

"Pengguna tidak hanya melihat layanan keuangan semata, tetapi juga bagaimana aplikasi tersebut dapat terhubung dengan kebutuhan transaksi sehari-hari secara praktis," ujarnya.

Pengisian saldo e-wallet dan pembayaran di platform e-commerce tercatat sebagai aktivitas yang paling sering dilakukan. Hal ini memicu persaingan antar bank digital untuk menghadirkan layanan yang paling terintegrasi dengan berbagai platform digital pihak ketiga.

Peringkat Kepuasan dan Pilihan Pengguna

Berdasarkan evaluasi Ipsos, SeaBank memimpin dalam kategori dukungan transaksi harian seperti transfer dan pembayaran daring dengan perolehan 52 persen. Posisi ini diikuti oleh Bank Jago (50 persen), Neobank (49 persen), Allo Bank (40 persen), dan Superbank (39 persen).

SeaBank juga mengungguli kategori integrasi ekosistem dengan angka 50 persen. Sementara itu, Bank Jago meraih 46 persen, Superbank 43 persen, Neobank 36 persen, dan Allo Bank berada di posisi 26 persen.

Data Penggunaan Bank Digital Berdasarkan Kategori Survei Ipsos 2026
Nama Bank DigitalTop Up E-Wallet (%)Belanja Online (%)
SeaBank7769
Bank Jago7058
Superbank6647
Neobank6541
Allo Bank5750

Untuk keperluan belanja daring secara spesifik, SeaBank kembali menduduki peringkat pertama dengan persentase 69 persen. Di bawahnya terdapat Bank Jago yang mencatatkan 58 persen, Allo Bank 50 persen, Superbank 47 persen, serta Neobank 41 persen.

Hansal Savla menilai perkembangan ini akan memicu persaingan yang lebih ketat dalam industri perbankan digital ke depannya. Fokus utama perusahaan akan tertuju pada kemampuan aplikasi dalam menghadirkan pengalaman transaksi yang mulus atau seamless.

"Ke depan, kemampuan bank digital untuk terintegrasi dengan berbagai ekosistem digital diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama dalam persaingan industri," kata Hansal Savla.

Artikel terkait

Rekomendasi