Allianz Indonesia mencatatkan total dana kelolaan atau Asset Under Management sebesar Rp43,7 triliun sepanjang tahun 2025, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,8 persen secara year on year. Capaian pertumbuhan dari total dana kelolaan Allianz Life, Allianz Syariah, dan DPLK Allianz tersebut dilansir dari Detik Finance berdasarkan laporan keuangan resmi perusahaan.
Perusahaan mengelola aset pada 49 jenis unit link fund dengan tiga fund penopang tertinggi yang meliputi Smartlink Equity senilai Rp5,8 triliun, Smartlink Fixed Income sebesar Rp1,7 triliun, dan Smartlink Balanced mencapai Rp1,4 triliun. Kinerja positif ini dipengaruhi oleh resiliensi ekonomi domestik Indonesia yang tumbuh 5,11 persen dengan inflasi terkendali pada level 2,92 persen.
"Di tengah volatilitas global sepanjang 2025, Allianz Indonesia tetap berfokus pada konsistensi pengelolaan dana kelolaan nasabah dengan pendekatan investasi yang disiplin dan adaptif, sejalan dengan karakteristik bisnis asuransi yang berorientasi jangka panjang," ungkap Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia, Ni Made Daryanti dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).
Ni Made Daryanti menjelaskan bahwa resiliensi ekonomi nasional serta likuiditas pasar yang kuat menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan antara risiko dan imbal hasil portofolio. Langkah ini diterapkan demi mendukung komitmen perlindungan sekaligus memberikan manfaat investasi optimal bagi para nasabah.
"Memasuki 2026, kami mempersiapkan strategi yang lebih selektif dengan menekankan kualitas aset dan pengelolaan risiko yang terukur, agar tetap selaras dengan tujuan keuangan jangka panjang nasabah," imbuh Ni Made Daryanti.
Manajemen perusahaan memproyeksikan kondisi makro domestik pada tahun 2026 akan tetap kondusif melalui target pertumbuhan ekonomi pemerintah di kisaran 5,2 persen hingga 5,8 persen. Strategi pengelolaan investasi ke depan diarahkan pada pemilihan aset yang berkualitas tinggi, pengelolaan risiko yang terukur, serta fleksibilitas likuiditas portofolio.
"Dalam situasi pasar yang berubah cepat, kami mengajak nasabah untuk meninjau tujuan investasi, jangka waktu, toleransi risiko, serta alokasi aset secara berkala. Diversifikasi tetap menjadi kunci, dan pemilihan instrumen perlu selaras dengan profil risiko agar tujuan proteksi dan investasi berjalan seimbang dalam jangka panjang," tambah Ni Made Daryanti.
Atas kinerja dana kelolaan tersebut, Allianz Life Indonesia memperoleh penghargaan Best Unit Link Award 2025 dari Investortrust & Infovesta serta Unitlink Award 2025 dari Media Asuransi. Konsistensi tersebut berlanjut pada tahun 2026 dengan diraihnya penghargaan dari Best Unit Link Award 2026, CNBC Indonesia Unitlink Awards 2026, Most Trusted Financial Brands Awards 2026, dan Media Asuransi Unitlink Awards 2026.