Amerika Serikat dan American Bitcoin Perkuat Kepemilikan Aset Kripto

Amerika Serikat dan American Bitcoin Perkuat Kepemilikan Aset Kripto

Akumulasi aset digital bitcoin secara masif terjadi di Amerika Serikat seiring pembentukan Cadangan Bitcoin Strategis oleh pemerintah federal dan aksi korporasi penambang kripto American Bitcoin hingga Selasa, 19 Mei 2026.

Gedung Putih mengonfirmasi kepemilikan sekitar 328.372 Bitcoin (BTC) dalam Cadangan Bitcoin Strategis (SBR) yang setara dengan 1,6 persen dari total pasokan global. Mayoritas aset tersebut dikumpulkan dari hasil penyitaan penegakan hukum, termasuk kasus Silk Road dan pemulihan peretasan Bitfinex pada 2022.

Pembentukan SBR berjalan resmi setelah Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada 6 Maret 2025 yang melarang Departemen Keuangan menjual aset tersebut. Pengelolaan sistem penyimpanan yang lebih ketat ini dipicu oleh risiko keamanan digital, seperti dugaan penggelapan kripto senilai US$46 juta oleh kontraktor Layanan Marsekal AS pada akhir 2025 dan pencurian US$24 juta pada Oktober 2024.

Pengembangan infrastruktur SBR saat ini memprioritaskan aspek keamanan penyimpanan dan perlindungan kunci privat demi menjaga integritas aset negara. Kejelasan mengenai pengelolaan dan pengembangan cadangan nasional ini dijadwalkan bakal diumumkan lebih lanjut dalam beberapa pekan mendatang.

"Keamanan penyimpanan dan pengawasan aset digital menjadi prioritas utama dalam pembentukan Cadangan Bitcoin Strategis," ujar Witt dalam konferensi Bitcoin 2026 di Las Vegas.

Langkah penguatan cadangan tersebut kini sedang diupayakan legislatif melalui pembahasan rancangan undang-undang di Kongres AS. Perwakilan Nick Begich mengajukan kembali RUU American Reserves Modernization Act (ARMA) untuk memberi wewenang pembelian hingga 200.000 BTC per tahun selama lima tahun, sementara Senator Cynthia Lummis mendesak pemungutan suara segera dilakukan sebelum masa reses musim panas.

Di sektor korporasi, perusahaan tambang kripto American Bitcoin ikut memperkuat cadangannya dengan membeli tambahan 200 BTC hingga total kepemilikannya melampaui 7.500 BTC pada Mei 2026. Dilansir dari CoinMarketCap, aksi korporasi ini menempatkan perusahaan publik tersebut di peringkat ke-15 dunia dalam hal jumlah cadangan bitcoin, meskipun masih berada jauh di bawah MicroStrategy yang menguasai lebih dari 214 ribu BTC.

Informasi penambahan aset tersebut disampaikan langsung oleh Eric Trump melalui platform media sosial X yang juga mengungkap bahwa perusahaan telah mengoperasikan hampir 90 ribu mesin penambang dalam waktu delapan bulan. Ekspansi ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengakses modal besar dan rantai pasok perangkat di AS, walaupun aktivitas penambangan skala masif ini terus menuai sorotan terkait tingginya konsumsi energi listrik.

Artikel terkait

Rekomendasi