Sejumlah lembaga sekuritas mempertahankan pandangan optimis terhadap fundamental PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di tengah penurunan harga saham yang menyentuh level Rp5.850 per lembar pada perdagangan Jumat (29/5/2026).
Hasil riset terbaru dari CGS International memutuskan untuk tetap merekomendasikan beli dengan target harga jangka panjang pada level Rp10.000 per lembar saham. Proyeksi tersebut mencerminkan adanya potensi kenaikan nilai saham sekitar 68,8 persen dari kondisi saat ini.
Penyesuaian target masa depan justru dilakukan oleh BRI Danareksa Sekuritas yang memangkas proyeksi harga BBCA dari Rp11.400 menjadi Rp10.900 per lembar. Kendati demikian, perusahaan sekuritas pelat merah tersebut terpantau tetap memberikan rekomendasi beli karena menilai performa keuangan emiten swasta ini masih solid.
Dilansir dari pojokpapua.id, penguatan fundamental perusahaan didukung oleh realisasi keuntungan yang kuat pada kuartal pertama tahun ini. Berdasarkan rilis laporan keuangan pada 23 April 2026, perseroan sukses membukukan kenaikan nilai Earning Per Share (EPS) hingga menyentuh angka 119.49.
Capaian EPS tersebut menunjukkan pertumbuhan konsisten jika dibandingkan dengan performa kuartal keempat tahun lalu sebesar 114.58 dan kuartal ketiga tahun lalu di posisi 117.68. Manajemen bank yang berdiri sejak 10 Agustus 1955 ini juga tercatat konsisten membagikan keuntungan melalui instrumen dividen kepada para pemegang saham.
Berdasarkan catatan korporasi terdekat, perusahaan telah mendistribusikan dividen senilai 281 per lembar saham pada ex-date tanggal 30 Maret 2026. Langkah ini melanjutkan kebijakan serupa pada periode sebelumnya, di mana manajemen mengucurkan dividen sebesar 55 per lembar saham pada ex-date tanggal 3 Desember 2025.