Analis Reku Fahmi Almuttaqin menilai divergensi pasar yang memicu kenaikan sejumlah aset altcoin mencerminkan adanya rotasi likuiditas investor pada Rabu (3/6/2026), di tengah melonjaknya volume perdagangan akibat likuidasi posisi leverage karena memburuknya sentimen risiko global.
Dilansir dari Investasi, pergerakan berlawanan arah terjadi pada beberapa altcoin dalam sepekan terakhir, seperti HYPE yang naik 19 persen, INJ menguat 19 persen, XLM melonjak 53 persen, H melesat 151 persen, dan LAB membukukan kenaikan 228 persen.
Fahmi menjelaskan bahwa kondisi pasar saat ini menunjukkan minat risiko para pemodal tidak sepenuhnya pudar dari instrumen digital tersebut.
"Selera risiko investor tidak benar-benar hilang. Yang terjadi adalah rotasi ke aset-aset dengan narasi dan fundamental yang lebih spesifik. Ini pola yang sering mendahului fase ekspansi berikutnya," ujar Fahmi Almuttaqin, Analis Reku.
Ia menambahkan bahwa penurunan harga yang terjadi saat ini berjalan beriringan dengan percepatan adopsi teknologi oleh berbagai lembaga keuangan besar dunia.
"Koreksi harga dan akselerasi adopsi institusional berjalan bersamaan. Jika dua siklus sebelumnya menjadi acuan, koreksi seperti ini justru sering menjadi titik masuk yang paling menguntungkan bagi investor," lanjut Fahmi Almuttaqin, Analis Reku.
Tekanan ekonomi global saat ini juga dipicu ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dunia hingga merambat ke sektor non-energi dan pangan, ditambah melemahnya rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS karena pemicu sentimen serta rumor.
Data inflasi CPI dan PCE Amerika Serikat terbaru turut memperumit posisi The Fed mengenai probabilitas kenaikan suku bunga, meskipun indeks S&P 500 dan Nasdaq masih naik masing-masing 1,11 persen dan 1,49 persen dalam lima hari terakhir.
Di tengah situasi tersebut, akselerasi infrastruktur keuangan digital terus berjalan melalui rencana DTCC membawa saham, ETF, dan obligasi pemerintah AS ke jaringan blockchain publik mulai 2027, peluncuran stablecoin oleh SoFi, integrasi USDC oleh Cash App, serta masuknya CLARITY Act ke kalender Senat AS.
Pada sektor pasar modal non-kripto, Anthropic dilaporkan telah mengajukan dokumen IPO secara rahasia minggu ini, sementara SpaceX milik Elon Musk dengan valuasi di atas US$500 miliar diisukan akan segera melangsungkan IPO dalam waktu dekat.