Ancaman El Nino Kuat Picu Risiko Inflasi dan Krisis Energi Kolombia

Ancaman El Nino Kuat Picu Risiko Inflasi dan Krisis Energi Kolombia

Asosiasi Nasional Institusi Keuangan (Anif) memperingatkan bahwa potensi kedatangan fenomena El Nino kuat pada semester kedua tahun 2026 mengancam lonjakan inflasi pangan dan energi di Kolombia. Dampak cuaca ekstrem ini diprediksi memperparah tantangan ekonomi masyarakat yang tengah menghadapi tingginya biaya hidup.

Badan meteorologi Ideam dan Kementerian Lingkungan Hidup Kolombia menyatakan probabilitas konsolidasi fenomena ini mencapai 96 persen untuk beberapa bulan ke depan. Secara historis, El Nino memicu kenaikan harga energi hingga 18,2 persen pada 2009-2010 dan lonjakan harga pangan sampai 18,9 persen pada periode 2015-2016.

Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling rentan akibat penurunan curah hujan dan suhu tinggi yang memangkas produktivitas. Komoditas seperti kentang, pisang raja, buah segar, wortel, beras, jagung, singkong, bawang, dan arracacha diproyeksikan mengalami lonjakan harga, di samping gangguan pasokan daging sapi, susu, dan ikan pada sektor peternakan.

Guna mengantisipasi krisis hidrolik, Komisi Regulasi Energi dan Gas (Creg) menerbitkan rancangan resolusi untuk melonggarkan aturan jaringan listrik nasional. Kebijakan darurat ini memungkinkan pembangkit non-sentralisasi, kogenerator, dan autogenerator berkapasitas di atas 1 megawatt untuk menyalurkan kelebihan daya mereka ke jaringan nasional.


"La comisión considera necesaria la adopción de medidas regulatorias permanentes destinadas a mejorar la ... disponibilidad de energía", bunyi draf resolusi Creg.

Langkah regulasi permanen ini juga mempercepat prosedur uji coba operasi bagi pembangkit baru agar bisa segera menyuplai daya ke sistem. Di sisi lain, kelompok industri energi Acolgen mendesak pemerintah untuk segera mengaktifkan seluruh pembangkit listrik tenaga termal demi menjaga volume air di bendungan.


“Tenemos que proteger los niveles de los embalses. Y para proteger los niveles de los embalses tenemos que encender las centrales térmicas,” ujar Natalia Gutierrez, Presiden Acolgen.

Tekanan pada sistem kelistrikan Kolombia diperparah oleh keterlambatan proyek pembangkitan baru serta ketidakpastian pasokan gas untuk sektor termal. Sementara itu, otoritas wilayah Santander melalui Dewan Manajemen Risiko Barrancabermeja juga telah mengaktifkan status siaga terhadap potensi kebakaran hutan, krisis air bersih, dan penyusutan debit Sungai Magdalena.


“Hay que encender ya las térmicas” menjadi peringatan tegas dari Acolgen untuk menghindari risiko pemadaman listrik bergilir di seluruh negeri.

Hingga saat ini, rancangan regulasi darurat kelistrikan yang diajukan oleh Creg masih dibuka untuk konsultasi publik sampai tanggal 1 Juni 2026 mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi