Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Minta Maaf Usai Main Gim Saat Rapat

Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Minta Maaf Usai Main Gim Saat Rapat

Anggota DPRD Jember dari Fraksi Gerindra, Achmad Syahri As Siddiqi, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada Kamis, 14 Mei 2026, setelah terekam bermain gim dan merokok saat rapat resmi. Insiden yang memicu kritik publik ini terjadi di tengah pembahasan serius mengenai penanganan stunting pada Senin (11/5/2026).

Aksi tidak terpuji legislator berusia 24 tahun tersebut menjadi viral setelah sebuah video menunjukkan dirinya fokus menatap layar ponsel secara horizontal. Dilansir dari Suara, pria tersebut juga tampak memegang rokok yang menyala di jemarinya saat agenda kedewanan sedang berlangsung di gedung DPRD Jember.

"Saya dengan rendah hati meminta maaf, memohon maaf kepada masyarakat Jember, khususnya kepada Ketua Umum Gerindra," ujar Achmad Syahri dalam rekaman video yang tersebar di media sosial.

Pernyataan maaf tersebut diunggah sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kelalaiannya dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Syahri mengakui bahwa tindakannya yang tidak fokus pada materi rapat merupakan kesalahan pribadi.

"Saya sadar apa dengan yang saya lakukan, saya khilaf, semoga ini menjadi pembelajaran dalam hidup saya," tutur Achmad Syahri terkait tindakannya di tengah rapat stunting tersebut.

Sebagai salah satu anggota dewan termuda, ia menyatakan masih membutuhkan banyak arahan dan perbaikan dalam bersikap secara profesional. Penegasan ini disampaikan menyusul desakan masyarakat agar para legislator menjaga integritas selama menjalankan mandat di parlemen.

"Saya sebagai anak muda juga banyak kekurangan, semoga ke depannya ini tidak terulang lagi dalam hidup saya," imbuh Achmad Syahri.

Selain menyampaikan permohonan maaf, politisi muda ini menyatakan siap menghadapi segala konsekuensi atas pelanggaran etika yang dilakukannya. Ia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada mekanisme organisasi partai dan kehormatan dewan.

"Siap disanksi oleh partai dan juga oleh DPRD kabupaten," tegas Achmad Syahri menanggapi potensi sanksi disiplin yang akan diterimanya.

Pihak internal partai maupun Badan Kehormatan DPRD Jember kini diharapkan menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan peraturan yang berlaku guna menjaga muruah lembaga legislatif.

Artikel terkait

Rekomendasi