Antam Kaji Dampak Kenaikan Royalti Emas dan Nikel Pemerintah

Antam Kaji Dampak Kenaikan Royalti Emas dan Nikel Pemerintah

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tengah mencermati rencana pemerintah untuk menyesuaikan tarif royalti komoditas mineral emas dan nikel melalui revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025. Langkah antisipasi ini dilakukan mengingat kedua mineral tersebut merupakan pilar utama portofolio bisnis perusahaan, sebagaimana dilaporkan oleh Money pada Minggu (10/5/2026).

Manajemen perusahaan menyatakan komitmennya untuk tetap mengikuti regulasi terbaru demi memperkuat tata kelola sektor pertambangan nasional. Penyesuaian royalti ini diprediksi akan memengaruhi struktur biaya operasional perusahaan di masa mendatang.

Corporate Secretary Division Head Aneka Tambang Wisnu Danandi Haryanto menyampaikan bahwa pihaknya menghargai setiap kebijakan yang bertujuan mengoptimalkan penerimaan negara dari sumber daya alam. Ia menegaskan bahwa fundamental bisnis ANTM tetap kokoh berkat integrasi dari hulu hingga hilir.

"Namun demikian, Antam menilai bahwa fundamental bisnis perusahaan saat ini masih cukup kuat, didukung oleh portofolio usaha yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, diversifikasi komoditas, efisiensi operasional, serta penguatan bisnis hilirisasi dan value added mineral," ujar Wisnu Danandi Haryanto, Corporate Secretary Division Head Aneka Tambang.

Perusahaan kini berfokus pada kedisiplinan manajemen biaya guna menjaga daya saing di tengah fluktuasi industri. Wisnu berharap kebijakan pemerintah tersebut dapat dikelola secara hati-hati agar tidak mengganggu stabilitas operasional secara luas.

"Ke depan, perusahaan akan terus melakukan penyesuaian strategis yang diperlukan agar tetap dapat menjaga pertumbuhan yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi optimal bagi negara serta seluruh pemangku kepentingan," pungkas Wisnu Danandi Haryanto, Corporate Secretary Division Head Aneka Tambang.

Sebagai strategi mitigasi, ANTM secara rutin mengevaluasi efisiensi biaya dan melakukan optimalisasi produksi. Fokus utama perusahaan saat ini mencakup penguatan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk mineral di dalam negeri serta menjaga fleksibilitas terhadap volatilitas pasar global.

Kinerja saham ANTM pada perdagangan Jumat (8/5/2026) tercatat mengalami penurunan. Harga saham emiten tambang pelat merah ini ditutup melemah sebesar 6,44 persen ke posisi Rp 3.630 per lembar saham.

Artikel terkait

Rekomendasi