Aplikator Ride Hailing Rombak Strategi Pasca Penurunan Batas Komisi 8 Persen

Aplikator Ride Hailing Rombak Strategi Pasca Penurunan Batas Komisi 8 Persen

Aplikator transportasi daring termasuk PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mulai melakukan penyesuaian strategi bisnis menyusul diterbitkannya Perpres No. 27/2026 yang memangkas potongan bagi hasil maksimal menjadi 8 persen. Aturan yang diumumkan sejak 1 Mei 2026 ini mengubah struktur pendapatan industri yang selama ini bergantung pada komisi layanan.

Dilansir dari Market, kebijakan baru pemerintah tersebut diprediksi akan menekan margin keuntungan perusahaan penyedia aplikasi. Penyesuaian ini menuntut para pelaku industri untuk mencari sumber pendapatan baru guna mempertahankan target profitabilitas di tengah regulasi yang semakin ketat.

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menjelaskan bahwa struktur bisnis sektor ini sangat bertumpu pada komisi layanan sebagai sumber utama pendapatan. Kebijakan ini dinilai membatasi ruang ekspansi margin perusahaan.

"Kebijakan ini berisiko menekan take rate, sehingga ruang ekspansi margin lebih terbatas. Fokus pasar sekarang bukan lagi sekadar pertumbuhan gross transaction value [GMV], tapi bagaimana aplikator menjaga profitabilitas di tengan regulasi yang makin ketat," ujar Wafi.

Analisis pasar menunjukkan risiko muncul apabila perusahaan tetap harus memberikan insentif mitra dan promo konsumen sembari menanggung penyesuaian tarif. Hal ini berdampak pada pergerakan saham GOTO di Bursa Efek Indonesia yang tercatat berada di level Rp50 per saham pada Senin (11/5/2026).

"Investor kemungkinan akan menurunkan asumsi margin jangka pendek untuk bisnis transportasi daring. Namun, di sisi lain, pasar juga melihat ini bisa mendorong transformasi model bisnis GOTO," pungkas Wafi.

Perusahaan kini didorong untuk mengoptimalkan segmen layanan finansial, iklan digital, logistik, serta ekosistem pedagang. Langkah diversifikasi ini dianggap lebih potensial menghasilkan keuntungan berulang dibandingkan ketergantungan pada komisi perjalanan.

"Segmen fintech memiliki potensi margin yang lebih tinggi dan bersifat berulang [recurring]. Sementara itu, iklan dan layanan merchant bisa menjadi sumber monetisasi baru tanpa harus bergantung pada komisi perjalanan," ucap Wafi.

Merespons dinamika regulasi tersebut, manajemen GOTO menyatakan komitmennya untuk mengikuti arahan pemerintah terkait perlindungan pekerja transportasi online. Perusahaan saat ini sedang melakukan pemetaan mendalam terhadap aturan baru tersebut.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan, sehingga GoTo dapat terus memberi manfaat berkelanjutan kepada seluruh masyarakat terutama mitra driver dan pelanggan Gojek," ucap Hans Patuwo, Direktur Utama GOTO.

Artikel terkait

Rekomendasi