Arena Tinju Kolong Flyover Pasar Rebo: Harapan Baru Redam Tawuran

Arena Tinju Kolong Flyover Pasar Rebo: Harapan Baru Redam Tawuran
Kolong flyover di Jakarta selama ini identik dengan kesan kumuh, pengap, dan menjadi tempat tinggal bagi para gelandangan. Namun, suasana berbeda kini menyapa siapa pun yang melintas di bawah Flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur. Di sela-sela tiang beton yang kokoh, deru mesin kendaraan di atasnya justru menjadi latar suara bagi para remaja yang tengah mengasah pukulan. Lokasi yang dulunya dianggap jorok dan menyeramkan itu telah bersalin rupa menjadi pusat harapan baru bernama Jakarta Militan Fight.Sasana tinju yang mulai berdiri pada awal 2026 ini bukan sekadar tempat olahraga biasa. Ia lahir dari sebuah kegelisahan panjang mengenai tingginya angka kekerasan jalanan di Jakarta Timur. Di sinilah, keringat dan disiplin diharapkan mampu menggantikan amarah dan senjata tajam yang kerap menghiasi aksi tawuran antarkelompok remaja.### Berawal dari Kegelisahan dan Tantangan Wali KotaGagasan untuk mendirikan sasana di bawah jalan layang ini muncul saat Pemerintah Kota Jakarta Timur mulai kewalahan menghadapi maraknya tawuran. Yance Sasapta, Pengurus Bidang Kepelatihan Jakarta Militan Fight, menceritakan bahwa inisiatif ini bermula dari langkah berani Wali Kota Jakarta Timur saat itu, Munjirin, yang mencoba merangkul para pelaku tawuran secara langsung.

"Dulu Pak Wali Kota itu dengar di Jakarta Timur ini tingkat tawurannya tinggi, Akhirnya Pak Wali Kota ini ngumpulin nih dari beberapa anak-anak yang sering tawuran, kalau orang bilang mah gangster ya," ujar Yance Sasapta, Pengurus Bidang Kepelatihan Jakarta Militan Fight.

Komitmen pemerintah daerah tidak berhenti pada pengumpulan massa. Para remaja yang kerap dianggap sebagai pengganggu ketertiban ini kemudian difasilitasi untuk menyalurkan energi mereka melalui ajang resmi bertajuk Gladiator di Stadion Pakansari, Bogor. Keberhasilan salah satu remaja tersebut dalam ring tinju profesional menjadi titik balik lahirnya fasilitas ini sebagai bentuk apresiasi.

"Nah, kebetulan salah satu anak gangster ini tanding, tinju sama anak Depok. Tandinglah mereka di Bogor dan Wali Kota itu dengar. 'Kalau emang lu menang, nih anak gangster nih menang, gua hadiahi camp'," ujar Yance Sasapta, Pengurus Bidang Kepelatihan Jakarta Militan Fight.

### Menjadi Rumah bagi Puluhan RemajaJanji tersebut kini telah mewujud nyata. Di bawah kolong jembatan layang itu, sekitar 30 anak dan remaja rutin berlatih setiap hari. Dengan didampingi oleh dua hingga tiga pelatih, mereka mengasah teknik jab dan uppercut dalam sesi pagi dan sore. Kehadiran sasana ini pun sangat inklusif; siapa pun boleh datang berlatih tanpa dipungut biaya sepeser pun, dengan syarat sederhana yakni membawa sarung tinju milik sendiri.Meski pada Jumat sore itu aktivitas latihan sedang dijeda karena persiapan peresmian oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, semangat tempat ini tetap terasa. Jejeran samsak yang tergantung dan ring tinju yang berdiri tegak menjadi saksi bisu transformasi kawasan tersebut. Kawasan ini memang sengaja dipilih karena posisinya yang strategis sekaligus rawan konflik.### Sinergi dan Pemanfaatan Lahan TerbukaPembangunan fasilitas ini menariknya tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sekretaris Kota Jakarta Timur, Eka Darmawan, menjelaskan bahwa seluruh pendanaan berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR). Saat ini, pengerjaan fisik telah mencapai tahap akhir dengan sentuhan estetika berupa mural yang memuat pesan-pesan positif.

"Alhamdulillah hari ini kurang lebih udah ada 90 persen lah ini selesai. Hanya saja perlu dihias estetikanya dan juga ada beberapa mural yang untuk pesan-pesan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ujar Eka Darmawan, Sekretaris Kota Jakarta Timur.

Sebelum ring tinju ini hadir, kolong Flyover Pasar Rebo sebenarnya sudah lebih dulu memiliki skatepark yang dibangun sejak 2021. Rendy Maulana, seorang warga Cibubur, mengenang masa-masa sulit sebelum adanya fasilitas ini ketika ia dan komunitasnya harus kucing-kucingan bermain di jalanan.

“Sebelum ada ini, kami cari spot sendiri. Kadang main di jalan, di trotoar, lihat tangga atau turunan yang bisa dipakai,” ujar Rendy Maulana, Warga Cibubur.

Kini, area di bawah jalan layang tersebut telah berubah menjadi kompleks olahraga terpadu yang bertujuan menyelamatkan generasi muda dari lingkaran setan tawuran. Pemerintah berharap, dengan tersedianya wadah untuk menyalurkan minat dan bakat, energi agresif para remaja dapat terkonversi menjadi prestasi.

"Sering terjadi tawuran itu di daerah TB Simatupang dan juga flyover ini. Nah, makanya kita memilih tempat di sini ada skateboard, ada ring tinju, biar mereka mengingatkan, supaya tawuran itu benar-benar memprihatinkan buat kita," ujar Eka Darmawan, Sekretaris Kota Jakarta Timur.

Langkah ini menjadi eksperimen sosial penting di Jakarta. Menghapus stigma kawasan kumuh sekaligus menciptakan ruang aman bagi anak muda untuk bertarung secara sportif di dalam ring, bukan di tengah jalanan yang membahayakan nyawa.

"Sebagai penyaluran minat dan bakat daripada anak-anak kita untuk menekan tawuran. Bahkan menghilangkan mencegah tawuran di wilayah kota Jakarta Timur," ujar Eka Darmawan, Sekretaris Kota Jakarta Timur.

Artikel terkait

Rekomendasi