AS Desak Negara G7 Perketat Sanksi Ekonomi Terhadap Iran

AS Desak Negara G7 Perketat Sanksi Ekonomi Terhadap Iran

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mendesak seluruh negara sekutu anggota G7 untuk memperketat sanksi ekonomi terhadap Iran dalam konferensi G7 di Paris, Perancis, pada Selasa (19/5/2026), dilansir dari Detik Finance.

Langkah tegas ini bertujuan untuk memutus sekaligus melemahkan sumber pendanaan Iran yang digunakan dalam konflik bersenjata melawan AS dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Upaya pengetatan sanksi tersebut memerlukan komitmen bersama dari negara anggota G7 lainnya, yaitu Inggris, Prancis, Italia, Jepang, Jerman, dan Kanada.

"Hal itu akan membutuhkan, misalnya, mitra-mitra Eropa kita untuk bergabung dengan Amerika Serikat dalam mengambil tindakan terhadap Iran," ujar Bessent.

Kementerian Keuangan AS kini tengah menggencarkan penegakan hukum lewat program Economic Fury demi menyasar jaringan perbankan gelap dan membekukan aset kripto senilai hampir setengah miliar dolar milik Iran.

"Menetapkan para penyandang dananya, mengungkap perusahaan-perusahaan fiktif dan perusahaan kedoknya, menutup cabang-cabang banknya, dan membongkar proksi-proksinya. Hal itu akan membutuhkan Anda sekalian di Timur Tengah dan Asia untuk memberantas jaringan perbankan bayangan Iran," jelas Bessent.

Pembaruan sanksi difokuskan pada individu serta entitas baru yang masuk dalam Daftar Warga Negara yang Ditunjuk Secara Khusus agar mereka terputus dari sistem keuangan berbasis dolar.

"Untuk mempertajam hasil keamanan nasional, Kementerian Keuangan sedang menyesuaikan program sanksi kami untuk abad ke-21. Kami sedang meninjau penetapan sanksi yang sudah usang dan ketinggalan zaman untuk membantu lembaga keuangan fokus pada skema pendanaan terorisme dan penghindaran sanksi yang paling canggih," kata Bessent.

Penyesuaian regulasi ini dinilai krusial agar hukuman finansial tetap berjalan agresif dan tepat sasaran tanpa menimbulkan dampak negatif yang berkepanjangan bagi warga sipil.

"Sanksi dimaksudkan untuk mengubah perilaku, bukan untuk menghukum penduduk. Sanksi yang diberlakukan selama bertahun-tahun tanpa perubahan perilaku yang terlihat dan nyata dapat memiliki dampak antar generasi yang hampir tidak mungkin diprediksi," terang Bessent.

Artikel terkait

Rekomendasi