PT Asabri (Persero) terus memperluas jangkauan dukungan bagi para anggotanya yang telah memasuki masa purna tugas. Langkah ini diwujudkan melalui penyediaan hunian layak lewat Program Gerakan Peduli Hunian Layak Peserta Asabri (GRIYA).
Dilansir dari Suara, inisiatif tersebut menyasar para pensiunan TNI, Polri, dan ASN di lingkungan pertahanan serta keamanan yang belum memiliki tempat tinggal memadai. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan peserta sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan.
Salah satu realisasi program menyasar rumah milik Sayuti, seorang pensiunan PNS TNI yang terakhir kali berdinas di Kesdam IX/Udayana Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Perbaikan hunian ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, terhitung sejak Desember 2025 hingga Februari 2026.
Proses renovasi tersebut memprioritaskan perbaikan sirkulasi udara, penataan ruang yang lebih efisien, serta pemenuhan aspek keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan tempat tinggal.
Direktur Hubungan Kelembagaan PT Asabri (Persero), Jeffry Haryadi P M, menjelaskan bahwa program ini menjadi wujud nyata perhatian perusahaan kepada para peserta yang sudah pensiun.
"Kami ingin memastikan bahwa peserta yang telah mengabdikan diri untuk negara tetap mendapatkan perhatian dan dukungan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar berupa hunian yang layak di masa purna tugas," ujar Jeffry di Jakarta, Kamis (28/5/2026).
Menurut Jeffry, gerakan ini juga sejalan dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pemerataan ekonomi dan pengurangan angka kemiskinan.
Pihak Asabri menilai pemenuhan akses terhadap rumah layak huni menjadi elemen krusial dalam menyokong pembangunan nasional yang inklusif. Di sisi lain, langkah ini efektif meningkatkan kualitas hidup para peserta purna tugas.
Pelaksanaan Program GRIYA turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Khususnya pada poin ke-11 yang menargetkan perwujudan kota dan permukiman berkelanjutan melalui penyediaan tempat tinggal yang aman serta layak.