ASEAN+3 Perkuat Kerja Sama Keuangan Hadapi Risiko Ekonomi Global

ASEAN+3 Perkuat Kerja Sama Keuangan Hadapi Risiko Ekonomi Global

Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara ASEAN+3 mempertegas komitmen penguatan kerja sama keuangan regional dalam pertemuan AFMGM+3 ke-29 di Uzbekistan, Kamis (7/5/2026). Langkah ini bertujuan memitigasi risiko ekonomi global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengancam pertumbuhan kawasan.

Sinergi kebijakan antarnegara menjadi fokus utama untuk menjaga ketahanan ekonomi di wilayah Asia Tenggara, Jepang, Korea Selatan, dan China. Dilansir dari Suara, forum tersebut menyepakati panduan kolaborasi strategis jangka menengah dan panjang agar para anggota lebih responsif terhadap fluktuasi ekonomi dunia.

Pertemuan ini juga memprioritaskan peningkatan efektivitas Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) sebagai instrumen perlindungan finansial. CMIM berfungsi sebagai jaring pengaman mandiri di tingkat kawasan yang melengkapi sistem keamanan keuangan global atau Global Financial Safety Net (GFSN).

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menjelaskan bahwa integrasi kebijakan moneter dan fiskal merupakan aspek vital dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Menurutnya, adaptabilitas CMIM sangat diperlukan guna merespons dinamika tantangan masa depan secara cepat.

“Koordinasi yang erat antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci untuk menjaga ketahanan ekonomi kawasan. Dalam konteks ini, CMIM berperan strategis dalam pilar utama jaring pengaman keuangan. Karenanya, penguatan CMIM penting agar semakin adaptif dan responsif menghadapi berbagai tantangan," ujar Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Selain pembahasan teknis, forum ini mencatat sejarah dengan kehadiran perdana Timor-Leste sebagai anggota baru keluarga besar ASEAN. Para peserta juga memberikan apresiasi kepada ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) atas kontribusinya sebagai penasihat kebijakan selama sepuluh tahun terakhir.

Agenda penguatan stabilitas keuangan regional ini akan terus berlanjut pada periode kepemimpinan berikutnya. Singapura dan Korea Selatan telah ditetapkan untuk memimpin forum sebagai Co-Chairs pada pertemuan ke-30 yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027 mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi