OJK Catat Aset Bank Pembangunan Daerah Tembus Rp 1.036 Triliun

OJK Catat Aset Bank Pembangunan Daerah Tembus Rp 1.036 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan mencatat total keseluruhan aset Bank Pembangunan Daerah mencapai Rp 1.036,51 triliun pada kuartal I-2026, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,2 persen secara tahunan, dilansir dari Keuangan.

Kenaikan aset tersebut didorong oleh langkah sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang bekerja sama membentuk Kelompok Usaha Bank (KUB) demi memacu performa bisnis.

Ketahanan solid sektor perbankan daerah ini terlihat dari tingkat permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) BPD yang menyentuh angka 26,19 persen, melampaui rata-rata industri yang sebesar 25,09 persen.

Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah, dan Daerah OJK Defri Andri mengonfirmasi permodalan BPD menjadi kian terjaga melalui mekanisme KUB karena bank yang kuat dapat menopang BPD yang sedang berkembang.

"Sinergi bisnis yang dibangun di dalam KUB diharapkan tidak hanya terbatas pada aktivitas perbankan. Namun juga mendorong sinergi ekonomi antar daerah," kata Defri dalam rapat kerja tahunan Bank Jatim, Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan data keuangan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim membukukan kinerja laba bersih paling solid senilai Rp 661,23 miliar pada kuartal I-2026.

Angka laba bersih tersebut melonjak 90,36 persen secara tahunan dari periode Maret 2025 yang tercatat sebesar Rp 347,364 miliar.

Pertumbuhan laba Bank Jatim ditopang oleh pendapatan bunga Rp 3,33 triliun dan beban bunga Rp 975 miliar, sehingga pendapatan bunga bersih naik 39,88 persen menjadi Rp 2,35 triliun.

Pada fungsi intermediasi, Bank Jatim menyalurkan kredit serta pembiayaan senilai Rp 109,2 triliun atau tumbuh 41,8 persen secara tahunan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menjelaskan bahwa akselerasi performa Bank Jatim bersumber dari pembentukan KUB bersama beberapa perbankan daerah lain.

"KUB bisa menjadi jawaban untuk tantangan hari ini dan masa depan. Jadi KUB ini bukan hanya sekadar regulatory compliance, tapi strategic alliance," ucapnya.

Sementara itu, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) memimpin penyaluran kredit tertinggi dengan nilai Rp 141 triliun hingga kuartal I-2026.

Bank BJB juga menempati peringkat kedua untuk perolehan laba bersih terbesar di kelompok BPD dengan nilai Rp 519,304 miliar pada kuartal pertama tahun ini.

Di sisi lain, tantangan operasional awal tahun masih membayangi BPD yang sedang berkembang seperti PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY).

Direktur Pemasaran BPD DIY Raden Agus Trimurjanto mengonfirmasi bahwa realisasi pembiayaan banknya baru mencapai Rp 11 triliun dengan laba bersih Rp 73,64 miIiar.

"Sampai saat ini, posisi kami belum sesuai harapan. Outstanding loans kami belum tumbuh," kata Agus saat dihubungi.

Agus menambahkan situasi pelambatan ini dipicu oleh tekanan ekonomi yang dihadapi oleh para nasabah.

BPD DIY kini fokus menaikkan porsi dana murah hingga menguasai 76 persen portofolio DPK, serta membatasi penghimpunan dana dari sektor korporasi.

"Kami tetap yakin bahwa kredit dan DPK bisa tumbuh melalui sektor retail dan umkm," kata Agus.

Artikel terkait

Rekomendasi