Badan Pemulihan Aset Gelar BPA Fair 2026 Guna Optimalkan Penerimaan Negara

Badan Pemulihan Aset Gelar BPA Fair 2026 Guna Optimalkan Penerimaan Negara

Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI resmi membuka gelaran BPA Fair 2026 di Kantor Badan Pemulihan Aset. Acara ini menjadi simbol transformasi baru dalam pengelolaan barang rampasan hasil tindak pidana, seperti dikutip dari Medcom.

Gelaran ini mengusung tiga pilar utama yaitu transparansi, integritas, dan akselerasi pemulihan aset. Melalui pendekatan tersebut, proses lelang diharapkan menjadi lebih terbuka sekaligus mendorong optimalisasi pengembalian aset untuk negara.

Kepala Badan Pemulihan Aset, Kuntadi, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam perubahan tata kelola aset negara.

"Melalui pergelaran BPA Fair ini, masyarakat beserta seluruh pemangku kepentingan diajak untuk melihat secara langsung alur transparan pengurusan aset yang dikelola oleh negara," ujarnya dalam pidato pembukaan.

BPA Fair 2026 melelang sebanyak 308 aset yang terbagi dalam 245 lot. Pihak penyelenggara menargetkan sekitar 75 persen aset dapat terjual demi memberikan manfaat maksimal bagi keuangan negara.

Beberapa aset yang ditawarkan sejak rangkaian pre-event pada April lalu bahkan telah berhasil terjual jauh di atas harga limit. Salah satunya adalah lelang tanah di Jatake, Kabupaten Tangerang, yang memiliki nilai limit Rp6,8 miliar namun laku hingga Rp32,2 miliar atau naik sekitar 460 persen.

Selain tanah di Tangerang, penjualan di atas harga limit awal juga tercatat pada lelang minyak dan tanah di Benoa, Bali.

Lonjakan Partisipasi dan Antusiasme Publik

Tingginya jumlah pengunjung dan peserta lelang menunjukkan antusiasme publik yang besar terhadap BPA Fair 2026. Situs resmi acara tercatat telah dikunjungi oleh lebih dari 104 ribu orang, sementara sekitar 3.400 orang mendaftar sebagai visitor.

Lonjakan juga terjadi pada jumlah peminat serius yang menyetor uang jaminan lelang, yakni mencapai sekitar 400 peserta. Angka tersebut menandakan kenaikan serious potential buyer hingga 300 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Kuntadi menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kejaksaan RI, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, serta bank-bank Himbara yang mendukung proses pemulihan aset negara. Partisipasi aktif masyarakat dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata untuk keuangan negara.

"Semakin banyak yang berpartisipasi, maka semakin banyak aset yang akan terjual dan semakin besar manfaat yang dikembalikan kepada negara," katanya.

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Todotua Pasaribu, Rudi Margono, serta perwakilan kementerian dan perbankan nasional. Melalui agenda ini, Badan Pemulihan Aset berharap pengelolaan barang rampasan negara berjalan secara transparan, profesional, dan berdampak nyata bagi ekonomi.

Artikel terkait

Rekomendasi