Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Sumenep, Ustad Holis, memperingatkan masyarakat mengenai bahaya penyakit hati yang dapat merusak amal ibadah pada Jumat, 8 Mei 2026. Penekanan ini disampaikan untuk mendorong umat Islam menjaga kebersihan batin demi meraih ketenangan hidup.
Kualitas perbuatan manusia sangat bergantung pada kondisi hatinya sebagaimana merujuk pada hadis sahih Rasulullah SAW. Hati yang bersih tidak hanya memberikan kebahagiaan personal, tetapi juga menjadi benteng dari sifat-sifat negatif seperti sombong, iri, dan pamer.
Ustad Holis memberikan penjelasan spesifik mengenai sifat riya yang sering muncul tanpa disadari dalam aktivitas sehari-hari.
"Di antara penyakit hati yang harus diwaspadai adalah riya’, yaitu melakukan amal bukan karena Allah SWT, melainkan ingin mendapatkan pujian dari orang lain," ujarnya, Jumat 8 Mei 2026.
Penyakit batin berikutnya yang disoroti adalah hasad atau iri dengki yang memiliki dampak sosial destruktif. Sifat ini dijelaskan dapat memicu dendam karena ketidakmampuan seseorang melihat keberhasilan orang lain.
Menurut keterangan yang dihimpun dari RRI, Rasulullah SAW memberikan perumpamaan bahwa hasad mampu menghanguskan pahala kebaikan layaknya api melahap kayu bakar. Selain hasad, Ustad Holis menekankan bahaya sifat sombong dengan merujuk pada sejarah jatuhnya Iblis.
"Sombong ini sangat berbahaya karena bisa menutup hati dari kebenaran," katanya.
Beralih ke hubungan antarmanusia, masyarakat juga diminta menjauhi prasangka buruk atau su’udzon. Al-Qur’an secara tegas memerintahkan umat untuk menghindari prasangka tersebut karena sebagian di antaranya merupakan perbuatan dosa.
Sebagai solusi, praktik husnuzzan atau berbaik sangka disarankan untuk mempererat ikatan sosial dan menciptakan kedamaian pikiran. Ustad Holis menegaskan bahwa upaya membersihkan hati merupakan bagian fundamental dalam menjalani kehidupan yang bermakna.
"Jangan sampai hati kita terkotori oleh riya’, hasad, sombong, dan su’udzon, karena itu semua bisa merusak amal dan kehidupan kita," ucapnya.