Bahlil Lahadalia Bahas Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia

Bahlil Lahadalia Bahas Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia

Pemerintah Indonesia tengah mengkaji formulasi yang tepat terkait rencana pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis. Rencana ini belum akan berjalan dalam waktu dekat karena memerlukan pembahasan yang lebih mendalam, seperti dilansir dari Detik Finance pada Senin (8/6/2026).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa kementeriannya sejauh ini belum melakukan pembahasan secara mendetail mengenai mekanisme bursa tersebut.

"Kita belum melakukan pembahasan detail secara itu ya, menyangkut dengan bursa mineral lagi mencari-mencari formulasi," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Formulasi yang matang sangat diperlukan sebelum pemerintah melangkah lebih jauh dalam merealisasikan pusat perdagangan komoditas tersebut. Bahlil menegaskan arah kebijakan pembentukan bursa ini masih memerlukan waktu pelaksanaannya.

"Belum, belum, belum. Saya pikir itu belum belum arah ke sanalah ya, nanti kita akan bahas," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sebelumnya, rencana pendirian bursa mineral ini telah diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nantinya akan memegang mandat untuk mengatur sekaligus mengawasi jalannya bursa komoditas strategis ini.

Perluasan wewenang pengawasan oleh OJK tersebut mengacu pada revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Pemerintah juga akan menyiapkan struktur jabatan khusus di internal OJK demi mengoptimalkan pengawasan komoditas.

Langkah regulasi ini diambil lantaran mayoritas komoditas mineral asal Indonesia selama ini masih bergantung pada indeks bursa luar negeri. Menurut Purbaya, bursa mineral ini memiliki fungsi yang berbeda dengan badan usaha milik negara ekspor, PT Danantara Sumberdaya Mineral (DSI).

"Kan beda, DSI ya DSI, kan ada pasar mineral, ada bursa mineral ya mereka yang ngawasin. Itu misalnya banyak produk mineral kita yang bursanya di Singapura atau di luar negeri padahal kita produsen utama," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Hingga saat ini, jadwal resmi peluncuran bursa mineral tersebut belum dapat dipastikan oleh pihak Kementerian Keuangan.

Artikel terkait

Rekomendasi