Bahlil Lahadalia Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang Strategis

Bahlil Lahadalia Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang Strategis

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi menangguhkan rencana kenaikan tarif royalti untuk komoditas tambang strategis pada Senin (11/5/2026) guna merumuskan kebijakan yang lebih seimbang. Langkah ini diambil pemerintah setelah mempertimbangkan keberlangsungan operasional pelaku usaha di sektor tembaga, timah, nikel, emas, dan perak.

Dilansir dari Suara, keputusan strategis ini bertujuan untuk menciptakan formula kebijakan yang memberikan keuntungan bagi negara sekaligus menjaga profitabilitas perusahaan tambang. Penundaan ini menjadi perubahan signifikan dari rencana awal pemerintah yang sebelumnya menargetkan penyesuaian tarif berlaku pada pertengahan tahun ini.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang berfokus mencari titik temu agar beban operasional pengusaha tidak melonjak drastis secara tiba-tiba. Upaya ini dilakukan agar iklim investasi di sektor sumber daya alam tetap kondusif di tengah fluktuasi ekonomi global.

"Saya pikir saya akan pending untuk membangun formulasi yang baik, yang saling menguntungkan. Negara untung, tapi juga pengusaha harus untung" ujar Bahlil.

Merespons keputusan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dukungannya terhadap langkah yang diambil oleh Kementerian ESDM. Meskipun sebelumnya sempat memproyeksikan pemberlakuan royalti baru pada Juni 2026, Purbaya memastikan kementeriannya siap menyesuaikan arah kebijakan sesuai koordinasi terbaru.

"Rupanya ada perubahan setelah saya bicara kemarin kan. Itu enggak lama perubahan setelah ngomong, sejak dua jam setelah itu ada perubahan. Pak Bahlil telepon saya, ya sudah saya ikuti" ungkap Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Bendahara Negara mengindikasikan adanya skema alternatif lain yang sedang dipersiapkan untuk memperkuat kas negara dari sektor sumber daya alam. Purbaya tetap optimistis bahwa target penerimaan akan tercapai bahkan melampaui angka yang diprediksi sebelumnya meski kenaikan tarif royalti ditunda.

"Kita ikuti saja dari Pak Bahlil nanti seperti apa. Tapi akan ada perubahan yang, tanpa itu pun pendapatan kami akan meningkat, yang penting untuk saya itu" lanjut Purbaya.

Pemerintah belum merinci secara detail besaran potensi penerimaan dari kebijakan baru yang sedang digodok oleh tim teknis ESDM tersebut. Namun, Purbaya memberikan sinyal positif terkait angka riil yang akan masuk ke kantong negara nantinya.

"Yang disebutkan sih lebih" jelas Purbaya saat menanggapi pertanyaan mengenai potensi penerimaan negara yang diperkirakan mampu menembus angka Rp200 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi