Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Pertalite dan Solar Tidak Naik

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Pertalite dan Solar Tidak Naik

Pemerintah memberikan kepastian mengenai tarif bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar. Langkah ini diambil di tengah situasi penguatan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi yakni Pertalite dan solar tidak naik. Seperti dikutip dari Detik Finance, tekanan terhadap harga komoditas ini terjadi bersamaan dengan fluktuasi nilai tukar yang dinamis.

Sebagai informasi rata-rata harga Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada bulan April 2026 ditetapkan sebesar US$ 117,31 per barel. Angka ini naik sebesar US$ 15,05 dibandingkan Maret 2026 yang tercatat US$ 102,26 per barel.

Kondisi pasar global juga diwarnai dengan pergerakan mata uang Paman Sam yang cukup kuat di kisaran Rp 17.700-an. Berdasarkan data Bloomberg sekitar pukul 09.21 WIB, dolar AS bergerak menguat ke level Rp 17.705.

Bahlil menjelaskan pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi karena rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) hingga saat ini masih berada di bawah asumsi yang ditetapkan pemerintah yakni US$ 100 per barel.

"Kalau sampai sekarang itu ICP dunia itu kan naik turun, naik turun 117, turun 90, ada yang 80 lebih, ada yang 100. Rata-rata ICP kita sekarang itu kan kurang lebih sekitar US$ 80, 80-81 terhitung dari Januari sampai sekarang," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

"Jadi belum sampai 100 dolar lah, dan belum ada kenaikan, tidak akan naik InsyaAllah ya doain ya, tidak akan kita naikkan subsidi BBM," sambungnya.

Kebijakan penahanan tarif ini direncanakan akan terus berlangsung dalam jangka panjang. Ia menjelaskan pemerintah akan menjaga harga BBM subsidi tetap pada harga saat ini hingga akhir tahun.

"InsyaAllah sampai akhir tahun (tidak naik)," ujarnya.

Artikel terkait

Rekomendasi