Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg akan mendapatkan subsidi dari pemerintah di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (6/5/2026).
Langkah ini diambil sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto guna menjamin masyarakat mendapatkan harga gas yang terjangkau. Sebagaimana dilansir dari Ekonomi, kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor gas melon yang selama ini membebani keuangan negara.
Bahlil menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat melalui skema subsidi yang saat ini sedang dalam tahap pembahasan mendalam terkait besaran dan mekanismenya.
"Baik itu CNG maupun LPG, akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat" tutur Bahlil, Menteri ESDM.
Implementasi CNG diklaim dapat lebih efisien dengan harga yang berpotensi 30 persen lebih murah dibandingkan LPG. Hal ini dikarenakan sumber gas CNG berasal dari dalam negeri sehingga biaya transportasi lebih rendah dan tidak terpengaruh gejolak pasar internasional.
Pemerintah memproyeksikan penghematan devisa negara yang signifikan jika konversi ini berjalan optimal. Potensi penghematan diperkirakan mencapai angka Rp130 triliun hingga Rp137 triliun.
Kementerian ESDM menargetkan pelaksanaan konversi ini dapat mulai diimplementasikan pada tahun 2026. Fokus awal akan diarahkan pada kota-kota besar sebagai proyek percontohan sebelum diperluas ke wilayah lain.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan bahwa persiapan teknis saat ini terus dilakukan, termasuk pengadaan infrastruktur penampung gas.
Dia mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan produksi tabung untuk menampung LNG.
Selain masalah distribusi, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada faktor keamanan penggunaan bahan bakar baru ini di tingkat rumah tangga. Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) saat ini tengah melakukan serangkaian uji ketahanan standar keamanan tabung CNG.