Lima kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, diterjang bencana banjir bandang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, meluapnya aliran air yang sangat deras mengakibatkan sebuah bangunan milik pondok pesantren hanyut terbawa arus.
Peristiwa roboh dan hanyutnya bangunan yang berfungsi sebagai fasilitas kamar santri ini terjadi di Desa Harumsari. Struktur bangunan tersebut terbawa aliran air setelah luapan Sungai Cimaur membesar dengan cepat.
Dilansir dari Kompas, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden hilangnya bangunan tersebut. Kondisi kamar santri yang hanyut diketahui sedang kosong karena seluruh penghuninya telah dievakuasi ke area yang lebih aman.
Dampak dari bencana alam ini tidak hanya terpusat di Desa Harumsari saja. Sejumlah wilayah pedesaan lain yang terletak di Kecamatan Cipanas dilaporkan turut merasakan dampak buruk dari terjangan banjir bandang.
Arus banjir yang mengalir deras membawa berbagai macam material, mulai dari batangan kayu, lumpur pekat, hingga puing-puing bangunan. Material-material hanyutan tersebut menghantam dan merusak rumah-rumah milik warga setempat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Lebak saat ini masih melakukan proses pendataan terkait total kerusakan material. Warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya banjir susulan jika intensitas hujan kembali meningkat.