Ruas Jalan Outer Ring Road di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, masih terendam banjir setinggi 70 sentimeter pada Selasa (5/5/2026) siang hingga mengakibatkan akses transportasi di kawasan tersebut lumpuh total.
Kondisi genangan air yang mencapai 60 hingga 70 sentimeter terpantau masih merendam area di sekitar persimpangan Puri Kembangan pada pukul 11.00 WIB, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Titik terdalam genangan berada di jalur yang mengarah ke Joglo, sementara area di bawah kolong tol Puri Kembangan mencatatkan ketinggian air hingga 60 sentimeter yang tidak dapat dilalui kendaraan.
Sejumlah pengendara sepeda motor dilaporkan mengalami mogok mesin akibat nekat menerobos genangan air saat melaju dari arah Puri menuju Duri Kosambi maupun Joglo.
Kondisi ini memaksa para pemilik kendaraan untuk mendorong motor mereka menuju area yang lebih kering di sekitar putaran balik arah Kembangan demi menghindari kerusakan lebih lanjut.
Kemacetan panjang pun tidak terhindarkan di sepanjang Jalan Kembangan Raya sebagai dampak dari penumpukan kendaraan yang tidak dapat melintasi titik banjir utama.
Personel Satlantas Polres Metro Jakarta Barat saat ini telah disiagakan di lokasi untuk mengatur sirkulasi kendaraan guna mengurai kepadatan lalu lintas yang terjadi sejak pagi hari.
Menurut keterangan Alwan (23), seorang warga setempat, luapan air sudah mulai memasuki kawasan Puri Kembangan sejak Senin malam dan belum menunjukkan tanda-tanda akan surut sepenuhnya.
"Udah dari semalam ini, kirain pagi-pagi bakalan surut, taunya masih aja, awet banjirnya emang kalau di sini mah bisa sampai sore," kata Alwan.
Alwan menambahkan bahwa durasi banjir di wilayah tersebut memang kerap bertahan lama hingga sore hari apabila curah hujan cukup tinggi atau terdapat kiriman air.
Kendala aksesibilitas ini juga berdampak pada mobilitas warga lainnya, termasuk kalangan mahasiswa yang harus membatalkan aktivitas perkuliahan mereka karena jalur utama tidak dapat dilewati.
"Tinggi banget masih sekitar se-lutut kayaknya, kalau dipaksain takut mogok, tadi laporan ke kampus akhirnya izin karena di mana-mana banjir," ujar Zami.
Zami mengaku terpaksa mengurungkan niat berangkat ke kampusnya di kawasan Kebon Jeruk karena kesulitan menemukan jalur alternatif yang bebas dari kepungan air.
Hingga laporan ini disusun, petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat masih berupaya melakukan penanganan di lapangan dengan menyiagakan serta mengoperasikan mesin pompa air.