Banjir Rendam Persimpangan Puri Kembangan Jakarta Barat hingga Selasa Sore

Banjir Rendam Persimpangan Puri Kembangan Jakarta Barat hingga Selasa Sore

Persimpangan Puri Kembangan di Jalan Outer Ring Road, Jakarta Barat, masih terendam banjir setinggi 30 hingga 40 sentimeter hingga Selasa (5/5/2026) sore. Luapan air yang terjadi sejak Senin (4/5/2026) pukul 22.00 WIB ini sempat melumpuhkan akses jalan dan menyulitkan para pengendara yang melintas.

Kondisi terkini di lokasi menunjukkan genangan air masih bertahan di jalur yang mengarah ke Ciledug, tepatnya di Jalan Kembangan Selatan, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Meskipun akses keluar tol JORR Meruya sudah dibuka sejak pukul 15.15 WIB karena mulai surut, banyak pengendara sepeda motor tetap mengalami kendala mesin.

Seorang pekerja asal Kalideres bernama Hanif (28) terpaksa mendorong motor matiknya yang mati total di tengah genangan. Ia mengaku tidak menyangka kendaraannya akan mengalami kerusakan saat mencoba melintasi persimpangan tersebut.

"Dari kemarin banjir terus di sini, enggak jelas, sebelumnya aman sih, baru ini tapi motor saya mogok enggak tahu kenapa," kata Hanif.

Pria tersebut harus menunggu mekanik dari bengkel langganannya karena bantuan dari pengemudi ojek daring tidak membuahkan hasil. Hanif menyatakan kekecewaannya lantaran harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan kendaraan.

"Tadi sudah dibantuin ojol juga enggak bisa, akhirnya saya nelepon saja bengkel dekat rumah dia ke sini," ujarnya.

Kerugian material ini dirasanya cukup memberatkan karena dana perbaikan tersebut sebenarnya dialokasikan untuk kebutuhan keluarga. Hanif berharap ada bentuk pertanggungjawaban dari pemerintah daerah setempat atas kerugian yang dialami warga.

"Ya sekitar Rp 100.000 atau Rp 200.000 kalau rusak kan lumayan juga keluarnya, saya mending kasih buat Istri bisa belanja buat anak juga," kata Hanif.

Ia juga menyoroti banyaknya warga lain yang terdampak, baik pengendara maupun penghuni rumah di sekitar lokasi banjir. Hanif menuntut perhatian lebih serius dan kompensasi bagi masyarakat yang membayar pajak.

"Enggak cuma motor kan yang rumahnya kebanjiran semuanya juga kena kerugian, harusnya ada perhatian pemerintah, minimal minta maaf (Pemkot Jakbar) atau kalau bisa ganti rugi kan gitu, namanya kita warga bayar pajak," ucap Hanif.

Keluhan serupa disampaikan oleh Fayadh (24), warga yang kerap melintasi kawasan tersebut. Menurut catatannya, area lampu merah Puri Kembangan sudah lima kali terendam banjir yang memutus arus lalu lintas sepanjang tahun 2026.

"Sudah sering banget (banjir), ini saja dari semalam belum kering. Dari awal tahun juga berapa kali tuh, lima (kali) kayaknya ada. Sampai enggak bisa lewat," ucap Fayadh.

Kejadian ini bukan kali pertama baginya, sebab pada Februari 2026 ia pernah terjebak banjir hingga tengah malam. Fayadh terpaksa menginap di rumah rekan karena jalanan yang benar-benar tidak dapat dilalui kendaraan.

"Ini tuh masih mending. Waktu kemarin awal tahun itu saya menunggu banjir sampai tengah malam tetap enggak bisa lewat, akhirnya menginap di rumah teman. Padahal besoknya kerja, kan ini kerugian," kata Fayadh.

Fayadh mendesak Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk segera mencari solusi permanen mengingat lokasi banjir berada dekat dengan pusat pemerintahan kota. Ia menilai penanganan selama ini belum menyentuh akar permasalahan.

"Harusnya mah bisa dibenahi kalau serius, jangan cuma disedot tapi dari awal. Minimal kalau banjir tuh sebentar saja terus mengalir deh, jangan sampai sore begini masih banjir, kasihan yang pada kerja," tuturnya.

Hingga pukul 15.40 WIB, petugas dari Sudin SDA Jakarta Barat masih mengoperasikan pompa penyedot air di lokasi terdampak. Personel kepolisian, Dishub, dan BPBD DKI Jakarta juga bersiaga untuk mengatur lalu lintas yang semrawut di sepanjang Jalan Kembangan Raya.

Artikel terkait

Rekomendasi