Banjir Semarang Tewaskan Satu Warga dan Satu Orang Hilang

Banjir Semarang Tewaskan Satu Warga dan Satu Orang Hilang

Banjir bandang melanda enam kelurahan di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) akibat luapan sungai setelah diguyur hujan lebat berdurasi lama. Bencana alam ini mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia dan satu orang lainnya dinyatakan hilang terseret arus, seperti dilansir dari Kompas.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak material berupa satu rumah warga mengalami kerusakan berat dan dua titik tanggul mengalami jebol. Selain itu, banjir juga berdampak pada 389 kepala keluarga atau sebanyak 1.302 jiwa, dengan 76 warga di antaranya harus mengungsi.

Kerusakan infrastruktur akibat bencana ini dipicu oleh kegagalan struktur pembendung air di aliran sungai wilayah terdampak.

"Banjir terjadi akibat hujan lebat dengan durasi lama hingga menyebabkan tanggul Sungai Plumbon jebol dan Sungai Silandak meluap pada Jumat (15/5/2026), pukul 15.30 WIB," jelas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Luapan air sungai tersebut menggenangi permukiman warga di tiga wilayah kecamatan dengan ketinggian air yang bervariasi.

"Tinggi muka air (TMA) dilaporkan antara 20 hingga 150 cm. Satu warga dilaporkan meninggal dunia dan satu hilang akibat terseret arus banjir," lanjut Abdul Muhari.

Satu korban meninggal dunia berjenis kelamin perempuan telah dievakuasi pada malam hari setelah kejadian, sementara pencarian satu warga lanjut usia masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.

"Hingga kini masih dilakukan proses identifikasi oleh tim Inafis Polrestabes Semarang," tambah Abdul Muhari.

Upaya pencarian difokuskan di sekitar lokasi hilangnya korban pada hari berikutnya.

"Sementara proses pencarian korban hilang berusia 75 tahun dilanjutkan hari ini, Sabtu (16/5), di wilayah Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu," tutur Abdul Muhari.

Pemerintah daerah setempat melalui badan penanggulangan bencana telah mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan dan menyalurkan logistik ke tempat pengungsian.

"BPBD Kota Semarang telah melakukan kaji cepat, dan distribusi bantuan permakanan kepada warga terdampak," kata Abdul Muhari.

Kondisi di lokasi kejadian saat ini dilaporkan sudah mulai kondusif seiring dengan menyusutnya volume air yang menggenangi permukiman.

"Kondisi mutakhir banjir berangsur surut. Warga bergotong royong melakukan pembersihan material sisa banjir."

Artikel terkait

Rekomendasi