Bank Danamon Jaga Kinerja Positif Trade Finance di Tengah Gejolak Rupiah

Bank Danamon Jaga Kinerja Positif Trade Finance di Tengah Gejolak Rupiah

PT Bank Danamon Tbk berhasil mempertahankan kinerja bisnis trade finance tetap positif. Capaian ini diraih di tengah situasi ekonomi yang bergejolak dan terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Seperti diberitakan oleh Keuangan, fluktuasi kurs rupiah memicu tantangan tersendiri bagi sektor pembiayaan perdagangan. Sektor trade finance ini mencakup layanan perbankan untuk memfasilitasi pembiayaan serta jaminan keamanan dalam aktivitas perdagangan domestik maupun internasional.

Direktur Bank Danamon, Herry Hykmanto menjelaskan bahwa pergerakan kurs rupiah berdampak langsung pada lini bisnis trade finance. Hal ini terjadi karena aktivitas tersebut berkaitan erat dengan transaksi ekspor dan impor para nasabah.

Penurunan nilai tukar rupiah membuat biaya operasional importir membubung tinggi. Kondisi tersebut memicu para pelaku usaha impor untuk bersikap lebih waspada, sehingga permintaan terhadap fasilitas trade finance di sektor impor berpotensi mengalami penurunan.

Kendati demikian, pelemahan mata uang rupiah di sisi lain memberikan stimulus positif bagi sektor perdagangan luar negeri lainnya. Lini bisnis trade finance mendapatkan kompensasi berupa peningkatan peluang keuntungan dari aktivitas para eksportir.

"Volatilitas rupiah memang berdampak pada meningkatnya biaya impor, namun di sisi lain juga membuka peluang bagi pelaku ekspor," kata Herry.

Lonjakan permintaan ekspor dipicu oleh harga bahan baku domestik yang menjadi lebih kompetitif dan murah bagi pasar internasional. Dinamika ini mendorong potensi kenaikan permintaan layanan pembiayaan perdagangan dari para pelaku ekspor.

Melalui keseimbangan pembiayaan pada aktivitas ekspor dan impor tersebut, lini bisnis trade finance Bank Danamon tetap mencatatkan tren pertumbuhan yang positif.

"Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan nasabah tetap relatif stabil dan resilien. Permintaan pembiayaan ekspor-impor secara umum masih solid," ucapnya.

Berdasarkan data keuangan perusahaan hingga kuartal 1-2026, akumulasi total kredit dan trade finance konsolidasian Bank Danamon menyentuh angka Rp 216,2 triliun. Jumlah tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 9% secara tahunan atau year on year (yoy).

Manajemen Danamon memandang optimistis bahwa ekspansi bisnis trade finance akan terus berlanjut hingga penghujung tahun 2026. Keberadaan jaringan internasional yang dimiliki oleh grup MUFG menjadi peluang besar bagi bank dalam memperkuat bisnis ini.

"Ke depan, Danamon memproyeksikan bisnis trade finance akan terus bertumbuh secara berkelanjutan, sejalan dengan target pertumbuhan yang ditetapkan regulator," ucapnya.

Artikel terkait

Rekomendasi