Bank Indonesia melaporkan lonjakan transaksi QRIS sebesar 108,43 persen secara tahunan pada April 2026 sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital nasional. Berdasarkan data yang dilansir dari Keuangan pada Rabu (20/5/2026), perluasan jumlah pengguna dan kerja sama lintas negara menjadi pemicu utama kenaikan tersebut.
Sistem pembayaran digital ini mencatatkan volume yang signifikan sepanjang tahun berjalan. Jumlah merchant yang terintegrasi kini menyentuh angka 45,3 juta dari target total 47 juta, sedangkan basis pengguna telah menembus 63 juta dari target 70 juta.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menjelaskan bahwa realisasi aktivitas pembayaran digital ini terus mendekati target tahunan yang telah ditetapkan institusinya.
“Kalau QRIS secara keseluruhan, transaksi itu sudah mencapai 7,83 bilyar dari target 17 bilyar. Merchant sudah mencapai 45,3 juta merchant dari target 47 juta dan penggunanya sudah mencapai 63 juta dari target 70 juta,” ujar Filianingsih dalam konferensi pers, Rabu (20/5/2026).
Konektivitas internasional ikut memperkuat catatan pertumbuhan ini melalui implementasi QRIS cross border yang kini telah terhubung dengan enam negara. Pergerakan transaksi dari wisatawan mancanegara terpantau mendominasi aliran dana masuk ke dalam negeri secara net.
“Penggunaan oleh turis asing yang datang ke Indonesia itu mencapai Rp 2,28 triliun transaksinya,” kata Filianingsih.
Bank Indonesia kini mempersiapkan ekspansi kemitraan sistem pembayaran cross border dengan India, Hong Kong, dan Timor Leste. Penguatan digitalisasi dan inklusi keuangan ini juga diarahkan untuk menyasar sektor usaha kecil lewat program QRIS Jelajah Indonesia 2026 guna menjangkau minimal 66 persen UMKM nasional.
“Kita akan terus mendorong ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Filianingsih.