Bank Indonesia Laporkan Cadangan Devisa April 2026 Tembus USD 146,2 Miliar

Bank Indonesia Laporkan Cadangan Devisa April 2026 Tembus USD 146,2 Miliar

Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa nasional pada akhir April 2026 bertahan pada level yang sangat kuat. Jumlah aset berharga negara ini tercatat mencapai USD 146,2 miliar.

Kondisi fundamental makroekonomi dalam negeri dinilai tetap tangguh meskipun pasar keuangan dunia sedang menghadapi gelombang ketidakpastian global, seperti dikutip dari Suara.

Akumulasi devisa tersebut menjadi modal krusial bagi tanah air dalam meredam efek kejut dari fluktuasi eksternal. Langkah ini sekaligus memastikan roda perekonomian domestik tetap berputar stabil.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa posisi dana cadangan saat ini sangat memadai dalam menyokong ketahanan luar negeri.

Perolehan tersebut juga berfungsi sebagai instrumen vital untuk mengawal stabilitas makroekonomi serta sistem keuangan nasional secara berkelanjutan.

"Bank Indonesia senantiasa mengelola cadangan devisa secara terukur guna mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah, menjaga kepercayaan pasar, serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian global," ujar Ramdan.

Ketebalan tangki devisa tanah air saat ini berada dalam kategori sangat aman berdasarkan parameter global. Posisi tersebut setara dengan sekitar 114 persen dari ukuran kecukupan cadangan devisa yang dipatok berdasarkan standar internasional Dana Moneter Internasional (IMF).

Keberhasilan melampaui ambang batas minimum lembaga keuangan internasional tersebut mencerminkan tingginya daya tahan ekonomi nasional. Hal ini menjadi perisai pelindung bagi sektor riil dalam negeri dari risiko pelarian modal asing.

"Level cadangan devisa ini mencerminkan kuatnya ketahanan eksternal Indonesia dan memadai untuk mendukung stabilitas sistem keuangan kita," kata Ramdan.

Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk terus menerapkan manajemen aset yang terukur dan berhati-hati pada kuartal kedua ini. Langkah preventif tersebut diintegrasikan ke dalam bauran strategi kebijakan moneter.

Intervensi pasar akan dilakukan secara tepat agar fluktuasi nilai tukar Rupiah tetap bergerak selaras dengan nilai fundamentalnya. Pengelolaan dana ini juga diarahkan untuk menjaga psikologis pelaku pasar dan menjamin kepastian berinvestasi bagi investor jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi