Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur periode Mei 2026, Rabu (20/5/2026).
Langkah pengetatan moneter yang dilansir dari Money ini diambil sebagai upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan inflasi tetap terkendali. Kebijakan tersebut langsung direspons positif oleh pasar spot dengan penguatan mata uang garuda ke level Rp 17.653 per dollar AS pada sore hari.
Melalui keputusan yang sama, bank sentral turut mengerek suku bunga deposit facility sebesar 50 basis poin ke posisi 4,25 persen. Selain itu, fasilitas suku bunga lending facility juga mengalami kenaikan dengan besaran yang sama hingga menyentuh angka 6 persen.
Kebijakan pengetatan ini menandai langkah perdana bank sentral kembali mendongkrak BI rate setelah terakhir kali menaikkannya sebesar 25 basis poin menjadi 6,25 persen pada 24 April 2024. Setelah periode tersebut, otoritas moneter cenderung melonggarkan kebijakan demi mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Penguatan mata uang nasional juga didorong oleh sentimen positif pelaku pasar terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa pernyataan kepala negara mengenai pengetatan anggaran memberikan dampak baik karena tidak memicu kontroversi.
"Iya (berdampak ke penguatan rupiah hari ini). Saya kira langah mengejutkan ini sangat mendukung rupiah, sebelumnya pidato Prabowo juga cukup baik menurut saya mengenai pengetatan anggaran," ujar Lukman Leong.
Kendati mengapresiasi langkah bank sentral, Lukman berpendapat bahwa koreksi suku bunga semestinya telah dieksekusi sejak beberapa pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur sebelumnya. Keterlambatan momentum dinilai membuat depresiasi mata uang rupiah sempat merosot terlalu tajam belakangan ini.
"Seharusnya dilakukan dari jauh, namun ini bisa meredam perlemahan rupiah. Investor senantiasa merespons lebih besar terhadap kejutan, ada baiknya BI kembali menaikkan pada pertemuan berikutnya," jelas Lukman Leong.
Sesi perdagangan pasar spot pada hari Rabu dibuka dengan pelemahan rupiah sebesar 0,18 persen di level Rp 17.738 per dollar AS jika dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya. Namun, mata uang dalam negeri berbalik menguat hingga 52 poin menjelang dan sesudah pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur.