Bank Indonesia memperketat regulasi pembelian mata uang asing untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang ditutup menguat ke level Rp17.387 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan pasar spot Rabu (6/5/2026). Langkah ini diambil otoritas moneter guna menahan volatilitas nilai tukar setelah rupiah sempat menyentuh titik terlemahnya.
Berdasarkan data perdagangan pasar spot, mata uang Garuda mengalami apresiasi sebesar Rp37 atau setara 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini terjadi seiring dengan penurunan indeks dolar AS sebesar 0,74 persen ke posisi 97,71 yang memberikan ruang napas bagi mata uang regional.
Sejalan dengan pasar spot, Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia juga menunjukkan tren positif. Nilai tukar rupiah pada sistem Jisdor hari ini menguat sebesar Rp20 atau 0,11 persen menuju level Rp17.405 per dolar AS.
Gubernur Bank Indonesia menerapkan kebijakan baru dengan memangkas batas pembelian tunai mata uang asing tanpa dokumen pendukung. Transaksi yang sebelumnya diperbolehkan hingga US$ 50.000 kini dibatasi hanya sebesar US$ 25.000 sebagai upaya menyokong kekuatan rupiah di pasar domestik.
Kendati mengalami penguatan, performa rupiah tercatat masih tertinggal dibandingkan mayoritas mata uang di kawasan Asia. Won Korea memimpin penguatan dengan lonjakan 1,86 persen terhadap dolar AS, diikuti oleh Baht Thailand yang naik 1,57 persen dan Yen Jepang sebesar 1,41 persen.
Mata uang Asia lainnya seperti Ringgit Malaysia turut menguat 0,93 persen, disusul Dolar Singapura sebesar 0,75 persen, dan Rupee India 0,72 persen. Sementara itu, Dolar Taiwan, Peso Filipina, dan Yuan China masing-masing mencatatkan penguatan sebesar 0,45 persen, 0,40 persen, serta 0,25 persen.
| Mata Uang | Persentase Penguatan |
|---|---|
| Won Korea | 1,86% |
| Baht Thailand | 1,57% |
| Yen Jepang | 1,41% |
| Ringgit Malaysia | 0,93% |
| Dolar Singapura | 0,75% |
| Rupee India | 0,72% |
| Dolar Taiwan | 0,45% |
| Peso Filipina | 0,40% |
| Yuan China | 0,25% |
| Rupiah Indonesia | 0,21% |
| Dolar Hong Kong | -0,004% |
Berbeda dengan tren regional, Dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang yang tertinggal dari rupiah dengan pelemahan tipis sebesar 0,004 persen terhadap dolar AS. Sejumlah pengamat memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut akibat tingginya kekhawatiran dampak harga minyak dunia terhadap fiskal Indonesia.