Akses pembiayaan produktif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diperluas guna menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru di berbagai daerah.
Dikutip dari Suara, Bank Mandiri mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp14,54 triliun hingga April 2026.
Stimulus permodalan ini telah menjangkau sebanyak 113.223 pelaku UMKM di seluruh Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Kualitas kredit portofolio KUR saat ini tetap terjaga dengan baik lewat rasio kredit bermasalah (NPL) yang bertahan di angka 1 persen.
SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan, menyatakan bahwa angka ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam menghadirkan pertumbuhan bisnis yang sehat.
"Hal ini mencerminkan kemampuan perseroan menghadirkan pertumbuhan bisnis yang sehat melalui pengelolaan risiko yang cermat, sekaligus menegaskan keunggulan berkelanjutan Bank Mandiri dalam pengembangan segmen mikro dan UMKM," kata Bayu Trisno Arief Setiawan.
Pencapaian kinerja pembiayaan tersebut setara dengan 35,45 persen dari target total penyaluran KUR Bank Mandiri tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp41 triliun.
Bayu Trisno Arief Setiawan menjelaskan bahwa program permodalan ini dihadirkan sebagai instrumen untuk memberikan nilai tumbuh yang nyata bagi masyarakat.
"Penyaluran KUR kami hadirkan sebagai instrumen nilai tumbuh yang nyata bagi masyarakat," ujar Bayu Trisno Arief Setiawan.
Melalui kemudahan layanan tersebut, pihak perbankan ingin membantu UMKM menaikkan kapasitas bisnis hingga merambah pasar yang lebih luas.
Sektor produksi mendominasi penyaluran dana hingga April 2026 dengan porsi mencapai 63,07 persen atau menyerap anggaran senilai Rp9,16 triliun.
Sektor pertanian menjadi penyumbang kontribusi terbesar dengan nilai Rp4,69 triliun demi mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Selanjutnya, sektor jasa produksi berhasil menyerap pembiayaan sebesar Rp3,16 triliun, diikuti oleh sektor industri pengolahan yang meraih Rp1,1 triliun.
Jika dihitung secara kumulatif sejak peluncuran perdana program pada 2008 hingga April 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR total Rp317,78 triliun kepada lebih dari 3,7 juta debitur.
Untuk mengakselerasi penyaluran sekaligus menjaga kualitas kredit, emiten bersandi saham BMRI ini menerapkan strategi pembiayaan berbasis ekosistem melalui pendekatan closed-loop.
Sistem ini menghubungkan nasabah wholesale dengan sektor unggulan daerah agar tercipta efisiensi rantai nilai bisnis antara UMKM, mitra usaha, distributor, hingga off-taker.
Fasilitas transaksi digital dan pembayaran angsuran juga diperluas melalui jaringan Mandiri Agen yang tersebar di pusat ekonomi masyarakat.
Langkah masa depan akan difokuskan pada penguatan kolaborasi bersama pemerintah dan sinergi antar entitas Mandiri Group.
"Dengan dukungan jaringan layanan dan ekosistem digital yang semakin matang, kami optimistis penyaluran KUR dapat semakin tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. UMKM yang tumbuh kuat akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sebagai bagian dari Ekosistem Penggerak Ekonomi Negeri," kata Bayu Trisno Arief Setiawan.