PT Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap membukukan penyaluran kredit sebesar Rp 51,63 triliun hingga Maret 2026 melalui strategi pendampingan dan pemberdayaan berkelanjutan bagi para pensiunan.
Realisasi pembiayaan tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 9,43 persen secara tahunan (year on year) dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 47,18 triliun, sebagaimana dilansir dari Keuangan.
Ekspansi kredit korporasi ini ditopang oleh penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat 17,6 persen secara tahunan menjadi Rp 58,33 triliun per Maret 2026, sehingga mendongkrak total aset perusahaan hingga menembus angka Rp 76,57 triliun atau tumbuh 13,9 persen secara tahunan.
Pihak manajemen optimistis bahwa potensi perluasan pasar pembiayaan untuk segmen ini masih terbuka lebar dalam beberapa tahun mendatang.
"Artinya, kami masih memiliki ruang untuk bertumbuh dalai berberapa tahun ke depan," ujar Panji Irawan, Direktur Utama Bank Mantap.
Program pembiayaan produktif ini salah satunya dimanfaatkan oleh Koeswanto (63), seorang pensiunan aparatur sipil negara (ASN) asal Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Banyumas, yang kini mengelola kebun, kolam ikan, serta toko kelontong di rumahnya.
Aktivitas berwirausaha di desa tersebut dipilih sebagai langkah nyata untuk menjaga produktivitas harian setelah masa kedinasannya sebagai abdi negara berakhir.
"Saya punya kegiatan setelah purna tugas. Kebetulan saya tinggal di desa dan ada sedikit tanah yang bisa dibuat kolam," ujar Koeswanto, Debitur Bank Mandiri Taspen pada Minggu (24/5).
Mantan ASN tersebut mengisahkan bahwa fase menjelang pensiun sempat memicu kekhawatiran karena ia belum memiliki peta jalan bisnis yang jelas.
Persiapan yang matang dirasa sangat krusial mengingat pendapatan dari dana pensiun ASN dinilai tidak akan mencukupi seluruh kebutuhan operasional keluarga.
"Pada saat kita pensiun, saya yakin semua ASN membutuhkan dana untuk persiapan pensiun dan kebutuhan keluarga," katanya Koeswanto, Debitur Bank Mandiri Taspen.
Titik balik perencanaan usahanya bermula ketika ia mengenal program pembinaan dari Bank Mantap pada awal tahun 2025.
Melalui kemitraan tersebut, ia mendapatkan suntikan modal sekaligus motivasi berkala yang menumbuhkan rasa percaya diri dalam mengelola bidang usaha barunya.
"Dengan adanya Bank Mantap, saya menjadi semangat dan sudah terpikirkan apa yang nanti akan dikerjakan," tuturnya Koeswanto, Debitur Bank Mandiri Taspen.