PT Bank Permata Tbk (BNLI) memutuskan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp 1,266 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Selasa (7/4/2026). Nilai tersebut setara dengan 35 persen dari total laba bersih perseroan yang mencapai Rp 3,6 triliun.
Keputusan tersebut berdampak positif pada pergerakan pasar modal dengan kenaikan harga saham BNLI sebesar 6,71 persen ke level 3.020 pada perdagangan Rabu (8/4/2026) pukul 10.00 WIB. Dilansir dari Stocksetup, setiap pemegang saham akan menerima dividen tunai sebesar Rp 35 per lembar saham.
RUPST tersebut juga menyetujui laporan tahunan dan penggunaan laba bersih untuk memperkuat permodalan serta operasional bank. Selain agenda keuangan, pemegang saham menyepakati perubahan susunan pengurus guna memperkuat strategi ekspansi bisnis di masa mendatang.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza Musa Rusli, menyatakan bahwa performa perusahaan sepanjang tahun 2025 didorong oleh fokus pada inovasi layanan dan efisiensi. Kehadiran Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali disebut menjadi pilar pertumbuhan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
"Dukungan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali menjadi fondasi penting bagi Permata Bank untuk terus tumbuh dan menciptakan nilai tambah bagi nasabah dan pemangku kepentingan," kata Meliza Musa Rusli, Direktur Utama Permata Bank.
Manajemen menekankan bahwa sinergi dengan induk usaha membantu perusahaan dalam menjaga standar tata kelola dan penguatan strategi bisnis. Hal ini sejalan dengan peningkatan total aset yang tercatat naik 3,6 persen secara tahunan menjadi Rp 268,3 triliun.
Terkait penyegaran struktur manajemen, perseroan menunjuk Sorakrit Phruthanontachai sebagai direktur baru yang memiliki rekam jejak panjang di industri perbankan internasional. Penunjukan ini diproyeksikan bakal mempercepat langkah bank dalam persaingan pasar komersial di Indonesia.
"Sorakrit diketahui memiliki pengalaman lebih dari 27 tahun di Bangkok Bank, yang diharapkan dapat memperkuat strategi bisnis dan ekspansi BNLI ke depan," ujar Meliza Musa Rusli, Direktur Utama Permata Bank.
Kondisi keuangan BNLI saat ini berada pada posisi sangat kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 34,6 persen dan CET-1 sebesar 26,6 persen. Angka-angka ini menjadi modal utama perseroan untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan hingga periode jabatan direksi baru berakhir pada 2029.