Bank Sentral Rusia Jual 900 Ribu Ons Cadangan Emas

Bank Sentral Rusia Jual 900 Ribu Ons Cadangan Emas

Bank Sentral Rusia melepaskan 900 ribu ons troi atau sekitar 27,9 ton cadangan emas batangan sejak awal tahun anggaran 2026 demi mendanai biaya perang di Ukraina dan menutup defisit anggaran negara yang membengkak. Langkah likuidasi taktis ini dilakukan di tengah merosotnya pendapatan dari sektor ekspor energi, sebagaimana dilansir dari Suara berdasarkan draf laporan finansial Kitco.

Pelepasan aset logam mulia secara masif tersebut menggerus total kepemilikan emas Negeri Beruang Putih per 1 Mei 2026 ke angka 73,9 million ons troi, setelah Moskow menjual sedikitnya 200 ribu ons troi dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Penurunan drastis yang melemparkan posisi cadangan emas Rusia ke level terendah sejak Maret 2022 ini dipicu oleh kombinasi beban operasi militer dan blokade sanksi ekonomi internasional.

Langkah penyeimbangan pos fiskal ini mendesak dilakukan setelah pos defisit APBN pemerintah Rusia membengkak hingga 4,6 triliun rubel pada akhir kuartal I-2026. Hasil pencairan emas tersebut kemudian dikonversi oleh Kremlin untuk memperkuat likuiditas cadangan mata uang asing mereka, terutama dalam bentuk yuan China, guna mengompensasi lesunya kinerja ekspor pada awal tahun.

Analis dari Freedom Finance Global, Natalia Milchakova, memaparkan latar belakang mendesak di balik kebijakan penjualan aset penjamin aman tersebut terkait dengan kondisi pendapatan negara dari sektor minyak dan gas bumi yang sedang melemah.

"Tanpa adanya intervensi pasokan dana dari bank sentral di kala pendapatan dari sektor minyak dan gas bumi sedang loyo, angka defisit anggaran belanja negara berisiko melambung melampaui 5 triliun rubel," jelas Milchakova.

Di tengah tekanan ekonomi makro tersebut, volume transaksi perdagangan emas di bursa efek Moscow Exchange pada bulan April justru melonjak drastis di atas 350% secara tahunan menjadi 42,6 ton atau melesat hampir 500% menyentuh angka 534,4 miliar rubel karena tingginya minat masyarakat dan korporasi domestik Rusia.

Pakar komoditas dari Finam, Nikolai Dudchenko, memberikan analisis mengenai fenomena pergeseran strategi yang kini mulai lazim diadopsi oleh sejumlah otoritas moneter di negara-negara berkembang.

"Tanpa adanya intervensi pasokan dana dari bank sentral di kala pendapatan dari sektor minyak dan gas bumi sedang loyo, angka defisit anggaran belanja negara berisiko melambung melampaui 5 triliun rubel," jelas Milchakova.

Meskipun volume fisik cadangan menyusut secara kuantitas, nilai valuasi total kepemilikan emas Rusia tetap membukukan kenaikan hingga sempat melonjak 23% menjadi USD 402,7 miliar pada Januari lalu berkat reli kenaikan harga emas global yang memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa di level USD 5.608,35 per ons troi. Di sisi lain, laporan dari Bloomberg mengindikasikan volume pengapalan logam mulia Rusia ke China sempat melonjak hingga dua kali lipat pada pertengahan tahun lalu, memantapkan posisi Rusia sebagai produsen emas terbesar kedua di dunia dengan kapasitas tahunan di atas 300 ton.

Artikel terkait

Rekomendasi