Pakar Ekonomi Sarankan Batas Cicilan Mobil Maksimal 25 Persen Gaji

Pakar Ekonomi Sarankan Batas Cicilan Mobil Maksimal 25 Persen Gaji

Pembelian kendaraan pribadi bagi karyawan dengan penghasilan Rp 5 juta per bulan memerlukan perhitungan finansial yang sangat matang agar tidak mengganggu stabilitas pengeluaran rumah tangga. Rasio utang yang disarankan tidak boleh melampaui batas tertentu dari total pendapatan bulanan.

Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menjelaskan bahwa masyarakat dengan upah Rp 5 juta tetap memiliki peluang untuk memiliki mobil. Dilansir dari Detik Oto, kunci utamanya terletak pada kedisiplinan dalam menjaga besaran angsuran setiap bulannya.

"Secara umum, cicilan kendaraan yang sehat sebaiknya tidak melebihi sekitar 20-25% dari pendapatan bulanan, sehingga untuk gaji Rp 5 juta ruang cicilan aman hanya sekitar Rp 1 juta sampai Rp 1,25 juta per bulan," kata Josua, Chief Economist Permata Bank.

Josua menekankan bahwa kepemilikan kendaraan membawa konsekuensi biaya tambahan di luar angsuran pokok. Komponen biaya seperti bahan bakar, biaya parkir, tarif tol, perawatan rutin, hingga pajak tahunan wajib masuk dalam pos anggaran.

"Jika seluruh biaya mobil sudah memakan lebih dari 30-35% pendapatan, maka keuangan rumah tangga akan menjadi terlalu sempit," tambah Josua.

Dalam kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, Josua menyarankan pemilik gaji Rp 5 juta untuk menunda pembelian kecuali jika sudah memiliki tabungan yang cukup. Penggunaan uang muka atau down payment (DP) dalam jumlah besar lebih direkomendasikan daripada mengambil skema DP rendah.

"Untuk penghasilan Rp 5 juta, menurut saya lebih bijak menabung dulu sampai uang muka besar daripada langsung mengambil kredit kecil uang muka. Uang muka yang besar akan menurunkan cicilan, mengurangi beban bunga, dan memberi ruang napas jika ada kenaikan biaya hidup atau penghasilan terganggu," beber Josua.

Apabila terdapat kebutuhan yang sangat mendesak, opsi pembelian unit bekas dapat menjadi solusi alternatif yang lebih ekonomis. Namun, konsumen dituntut untuk lebih selektif dalam memeriksa kondisi fisik dan mesin kendaraan tersebut.

"Jangan sampai membeli mobil bekas hanya karena harga masuk, tetapi kemudian biaya perawatan justru menggerus pendapatan bulanan," pungkas Josua.

Artikel terkait

Rekomendasi