PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan perolehan laba bersih bank-only sebesar Rp20,8 triliun dalam empat bulan pertama yang berakhir pada April 2026. Keuntungan emiten perbankan swasta terbesar di Indonesia tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 3 persen secara tahunan di tengah aksi beli bersih oleh investor asing di bursa saham.
Pencapaian profitabilitas tersebut dinilai sejalan dengan estimasi analis karena telah memenuhi 34 persen dari target konsolidasi sepanjang tahun 2026. Kenaikan pendapatan non-bunga sebesar 8 persen secara tahunan menjadi pendorong utama pertumbuhan, sementara laba bersih bulanan khusus pada April 2026 tercatat mencapai Rp4,8 triliun.
Di sisi lain, penyaluran kredit korporasi BBCA terhitung mengalami perlambatan selama empat bulan berturut-turut menjadi Rp965,01 triliun atau hanya tumbuh 5 persen secara tahunan. Angka ini berada di bawah target manajemen yang mematok pertumbuhan sebesar 8 hingga 10 persen.
Manajemen memilih mengambil langkah konservatif dengan mengalihkan penempatan dana ke instrumen surat berharga yang melonjak 17,55 persen secara tahunan menjadi Rp425,41 triliun. Kebijakan tersebut memicu penurunan beban provisi sebesar 16 persen secara tahunan menjadi Rp1,06 triliun karena adanya pembalikan provisi pada bulan April.
Dampaknya, rasio biaya kredit atau cost of credit bertahan di level rendah sebesar 0,3 persen, berada di bawah ekspektasi manajemen sebesar 0,4 hingga 0,5 persen. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga tetap tumbuh agresif sebesar 8,56 persen secara tahunan menjadi Rp1.246,05 triliun yang ditopang oleh dana murah berupa giro dan tabungan.
Kondisi ini menjaga rasio dana murah tetap solid di angka 84,97 persen dengan loan to deposit ratio memadai di level 77,45 persen. Pada perdagangan saham hari Senin, harga saham BBCA menguat ke level Rp6.125 per lembar dengan nilai transaksi Rp1,25 triliun, di mana investor asing mencatatkan beli bersih Rp107,1 miliyar di pasar reguler.
Mengenai kinerja finansial tersebut, ulasan pergerakan pasar modal dirilis oleh beberapa lembaga sekuritas secara terpisah dengan proyeksi target harga saham yang bervariasi.
"Perolehan laba bersih tersebut sejalan dengan ekspektasi, karena setara 34% dari estimasi konsensus untuk konsolidasi tahun 2026. Sebagai pembanding, pada 4M25 mencapai 35% dari realisasi konsolidasi 2025," tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, yang dikutip pada Selasa (19/5/2026).
Pihak analis dari Ciptadana Sekuritas Asia memaparkan valuasi saham saat ini diperdagangkan pada 2,4x PBV dan 11,7x PE estimasi 2026 yang mencerminkan diskon mendalam dari rata-rata historis. Berdasarkan kondisi tersebut, mereka menyematkan rekomendasi beli dengan target harga Rp9.200 per saham.
Sementara itu, MNC Sekuritas turut mempertahankan rekomendasi beli namun menurunkan target harga saham BBCA menjadi Rp8.700 dari posisi sebelumnya Rp10.500 per lembar saham. Estimasi penurunan target harga tersebut didasarkan pada revisi tingkat imbal hasil yang disyaratkan investor menjadi 7,5 persen.
Lembaga riset keuangan menilai permodalan kuat serta efisiensi berkelanjutan akan mendukung ketahanan laba emiten di masa depan, meskipun terdapat risiko dari potensi perlambatan kredit dan pemburukan ekonomi makro.
| Indikator (Rp miliar) | 4M 2025 | 4M 2026 | YoY | % Target 2026 | Feb 2026 | Mar 2026 | Apr 2026 | YoY | MoM |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pendapatan Bunga | 30.345 | 30.537 | 1% | 29% | 7.244 | 7.904 | 7.647 | 0% | -3% |
| Beban Bunga | 4.080 | 4.351 | 7% | 26% | 1.014 | 1.078 | 1.144 | 5% | 6% |
| NII | 26.265 | 26.186 | 0% | 29% | 6.230 | 6.826 | 6.502 | -1% | -5% |
| Pendapatan Non-Bunga | 9.706 | 10.436 | 8% | 35% | 2.018 | 4.057 | 2.148 | 11% | -47% |
| Beban Operasi | 10.289 | 10.368 | 1% | 27% | 2.811 | 2.361 | 2.759 | 12% | 17% |
| PPoP | 25.681 | 26.253 | 2% | 33% | 5.436 | 8.523 | 5.892 | -2% | -31% |
| Beban Provisi | 1.275 | 1.068 | -16% | 28% | 229 | 606 | -28 | -106% | -105% |
| Laba Operasi | 24.406 | 25.185 | 3% | 33% | 5.207 | 7.917 | 5.920 | 7% | -25% |
| Pajak | 4.195 | 4.368 | 4% | 29% | 978 | 1.127 | 1.122 | 7% | -1% |
| Laba Bersih | 20.211 | 20.817 | 3% | 34% | 4.230 | 6.790 | 4.799 | 6% | -29% |