PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memastikan penyesuaian suku bunga Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) tidak akan dilakukan secara mendadak pascakenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,25 persen mulai Mei 2026. Kebijakan ini diambil demi menjaga stabilitas pembiayaan nasabah, seperti dilansir dari Keuangan pada Senin (24/5/2026).
Hingga kuartal I-2026, penyaluran KKB oleh BCA tercatat berada di angka Rp 53,9 triliun. Jumlah pembiayaan tersebut mengalami penurunan sebesar 19,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya secara tahunan (yoy).
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Heryn menegaskan bahwa penyesuaian bunga KKB perusahaannya masih harus mempertimbangkan pergerakan likuiditas bank serta dinamika industri terkait.
"Kenaikan BI Rate tidak secara otomatis mendorong penyesuaian suku bunga KKB. BCA senantiasa melakukan penyesuaian suku bunga dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan likuiditas," kata Hera kepada Kontan, Senin (24/5/2026).
Guna memacu pertumbuhan pembiayaan kendaraan di tengah situasi ekonomi saat ini, manajemen institusi perbankan swasta tersebut juga terus menyelaraskan strategi penyaluran kredit yang hati-hati. Langkah nyata telah ditempuh pada akhir April 2026 melalui pelaksanaan pameran konsumer yang menyajikan promo bunga KKB flat 2,15 persen dengan tenor tiga tahun.
"Penyaluran KKB BCA akan terus disesuaikan dengan kondisi pasar, kebutuhan nasabah, serta strategi pertumbuhan kredit yang prudent," kata Hera.