Kutai Timur Luncurkan Beasiswa untuk 1.000 Penghafal Al-Quran

Kutai Timur Luncurkan Beasiswa untuk 1.000 Penghafal Al-Quran

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur meluncurkan program beasiswa bagi 1.000 anak penghafal Al-Quran di Sangatta pada Ahad (10/5) untuk mencetak generasi berakhlak mulia. Inisiatif ini merupakan bagian dari 50 program unggulan daerah sebagaimana dilansir dari Cahaya.

Penyediaan bantuan pendidikan ini menyasar siswa di berbagai tingkatan, mulai dari sekolah negeri hingga swasta di seluruh wilayah Kutai Timur. Langkah tersebut diambil agar para penghafal Al-Quran dapat mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis agama Islam. Program ini bertujuan memastikan isi dan hukum Al-Quran tetap terjaga di hati para generasi muda.

"Pemerintah Kabupaten Kutim berkomitmen dalam mendukung lahirnya generasi qurani melalui program pendidikan yang saat ini dilaksanakan di berbagai jenjang pendidikan baik sekolah negeri maupun swasta," ujar Ardiansyah Sulaiman, Bupati Kutai Timur.

Pemerintah daerah memandang pemberian beasiswa ini sebagai bentuk apresiasi nyata bagi para santri yang telah mendedikasikan waktu mereka untuk menjaga kesucian kitab suci. Dinas Pendidikan nantinya akan mengelola rincian prosedur pendaftaran dan penyaluran dana tersebut.

"Beasiswa bagi 1.000 anak penghafal Al-Quran merupakan bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap generasi muda yang mencintai dan menjaga Al-Quran. Sedangkan untuk mekanisme dan teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan," jelas Ardiansyah.

Sebelum pengumuman program tersebut, Bupati Ardiansyah sempat meninjau langsung perkembangan kemampuan siswa dalam acara Khatmul Quran di SD Islam Terpadu Daarussalam Sangatta. Ia mendorong agar sekolah-sekolah umum juga rutin menyelenggarakan kegiatan serupa guna memperkuat karakter religius siswa.

"Sekolah yang menggelar kegiatan keagamaan seperti khataman, merupakan bentuk dukungan agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam pendidikan agama," ujar Ardiansyah.

Sebanyak 220 santri dari kelas II hingga kelas VI di sekolah tersebut telah berhasil menuntaskan pembelajaran Al-Quran dengan berbagai capaian. Para peserta menunjukkan kemampuan dalam bidang tartil, turjuman, serta hafalan tahfiz yang mencakup juz 1–16, juz 29, dan juz 30.

Artikel terkait

Rekomendasi