Bursa Efek Indonesia menata ulang komposisi sejumlah subindeks saham syariah untuk meningkatkan representasi sektor berlikuiditas tinggi di pasar modal yang dijadwalkan berlaku efektif mulai 2 Juni hingga 30 November 2026.
Langkah evaluasi mayor oleh otoritas bursa ini memengaruhi porsi saham-saham utama di dalam Jakarta Islamic Index, meskipun PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tetap bertahan di posisi puncak. Porsi saham emiten berkode TLKM tersebut menyusut menjadi 15 persen dari angka sebelum evaluasi sebesar 18,17 persen.
Dilansir dari Cetro Trading Insight melalui pdiperjuanganbali.id, penyaringan penghuni subindeks syariah ini berpatokan pada Daftar Efek Syariah rilisan OJK dengan kriteria batas maksimal rasio utang terhadap aset 45 persen dan pendapatan non-halal paling banyak 10 persen.
Kebijakan ini mendorong masuknya tujuh emiten baru ke dalam JII yaitu ADMR, ARCI, BKSL, DEWA, ENRG, RAJA, dan WIFI, sedangkan tujuh saham termasuk ISAT dicoret dari indeks tersebut. Mengutip data IDXChannel melalui pojokpapua.id, enam dari emiten yang keluar dihapus sepenuhnya dari Indeks Saham Syariah Indonesia, sementara PT Indosat Tbk tetap dipertahankan di dalam ISSI.
Pergeseran ini menempatkan PT Bumi Resources Minerals Tbk di peringkat kedua dengan kenaikan bobot menjadi 7,9 persen dari sebelumnya 5,67 persen, diikuti PT United Tractors Tbk di urutan ketiga yang naik menjadi 6,09 persen dari posisi semula 3,70 persen.
Penataan ulang juga berdampak pada dikeluarkannya 72 saham dari ISSI, pencoretan saham NCKL, PTPP, dan PWON dari JII70, serta pendepakan ASII, BRPT, dan INCO dari IDXSHAGROW. Sebaliknya, saham ARCI, DEWA, RAJA, dan WIFI berhasil menembus JII70, sedangkan ADMR, ANTM, RATU, dan WIFI masuk sebagai konstituen baru dalam indeks IDXSHAGROW.
| Saham | Keterangan | Perubahan |
|---|---|---|
| ADMR | Masuk konstituen JII | Baru |
| ARCI | Masuk JII | Baru |
| BKSL | Masuk JII | Baru |
| TLKM | Bobot utama | Turun ke 15% |
| BRMS | Bobot naik | 7.9% |
| UNTR | Bobot naik | 6.09% |
Cetro Trading Insight memproyeksikan perombakan susunan ini bakal memicu reaksi pasar yang cepat sekaligus mendongkrak volatilitas dalam jangka pendek saat manajer investasi menjalankan rebalancing portofolio.