BEI Buka Suara Terkait Pelemahan IHSG Dua Hari Terakhir

BEI Buka Suara Terkait Pelemahan IHSG Dua Hari Terakhir

Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot hingga lebih dari 2 persen ke level 5.796,21 pada perdagangan Kamis (4/6/2026), setelah sebelumnya juga mengalami tekanan tajam.

Dilansir dari Detik Finance, indeks saham Garuda mencatat penurunan sebesar 4,11 persen ke posisi 5.941,06 pada perdagangan Rabu (3/6). Kemerosotan berlanjut pada hari berikutnya hingga indeks sempat menyentuh titik terendah di level 5.644,23.

Penyikapan atas situasi pasar modal ini disampaikan oleh Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, yang meminta agar investor tidak menghadapi koreksi indeks dengan kepanikan. Evaluasi objektif terhadap kondisi keuangan emiten disarankan menjadi dasar pengambilan keputusan sesuai profil risiko individu.

"Kami tentu tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada investor untuk dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, memperhatikan fundamental, dan juga berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing investor," ungkap Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Penilaian terhadap kekuatan pasar saham domestik didasarkan pada performa laporan keuangan akhir tahun 2025 yang menunjukkan pertumbuhan laba bersih seluruh perusahaan tercatat mencapai 21 persen. Tren positif ini dilaporkan tetap terjaga pada kuartal pertama tahun 2026.

"Khususnya untuk saham-saham dalam kelompok LQ45, terjadi pertumbuhan laba bersih hampir 30%, 29,9%," terangnya.

Indikator kesehatan finansial lainnya terlihat dari porsi emiten yang berhasil membukukan keuntungan yang kini menyentuh angka 80 persen hingga kuartal I-2026. Data tersebut diklaim sebagai capaian tertinggi dalam kurun waktu lima tahun ke belakang.

"Ya, kalau kita lihat di tahun 2020 hanya ada 63% perusahaan tercatat membukukan laba bersih. 2021-2025 itu persentasenya antara 73% sampai 76% perusahaan yang membukukan keuntungan. Kuartal pertama tahun 2026 80% membukukan laba bersih. Itu tentu menunjukkan bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan tercatat kita saat ini dalam kondisi baik," pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi