BEI Catat Kinerja Fundamental Emiten Tetap Solid

BEI Catat Kinerja Fundamental Emiten Tetap Solid

Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa kondisi fundamental mayoritas perusahaan tercatat masih menunjukkan performa solid sepanjang kuartal I-2026. Penegasan ini disampaikan di tengah situasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan tajam selama dua hari berturut-turut.

Dilansir dari Detik Finance, pergerakan IHSG merosot sebesar 1,70 persen menuju posisi 5.839,78 pada penutupan perdagangan Kamis (4/6). Penurunan tersebut mengakumulasikan pelemahan IHSG hingga mencapai 32,46 persen sepanjang tahun 2026 berjalan.

Pertumbuhan laba bersih emiten di pasar modal tercatat melesat 21 persen mengacu pada laporan keuangan tahunan akhir 2025. Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa emiten yang berada di papan perdagangan utama LQ45 bahkan mencetak kenaikan keuntungan bersih hampir mencapai 30 persen pada kuartal pertama tahun ini.

"Khususnya untuk saham-saham dalam kelompok LQ45, terjadi pertumbuhan laba bersih hampir 30%, 29,9%," terang Jeffrey Hendrik, Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Distribusi jumlah emiten yang menghasilkan keuntungan hingga kuartal I-2026 menyentuh angka 80 persen. Menurut catatan otoritas bursa, perolehan persentase tersebut menjadi rekor perolehan tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

"Ya, kalau kita lihat di tahun 2020 hanya ada 63% perusahaan tercatat membukukan laba bersih. 2021-2025 itu persentasenya antara 73% sampai 76% perusahaan yang membukukan keuntungan. Kuartal pertama tahun 2026 80% membukukan laba bersih. Itu tentu menunjukkan bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan tercatat kita saat ini dalam kondisi baik," terang Jeffrey Hendrik, Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI.

Sikap tenang dan tidak panik sangat diharapkan dari para investor dalam menghadapi koreksi yang terjadi pada IHSG. Pertimbangan matang yang berbasis pada analisis fundamental dinilai menjadi langkah krusial yang harus diambil sesuai dengan batasan risiko tiap individu.

"Kami tentu tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada investor untuk dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, memperhatikan fundamental, dan juga berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing investor," pungkas Jeffrey Hendrik, Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI.

Artikel terkait

Rekomendasi