BEI Pantau Saham DSSA Akibat Pergerakan Harga Tidak Wajar

BEI Pantau Saham DSSA Akibat Pergerakan Harga Tidak Wajar

Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi memantau pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) pada saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sejak Senin, 4 Mei 2026. Langkah pengawasan ini diambil otoritas bursa menyusul adanya lonjakan harga saham yang dinilai tidak wajar guna melindungi kepentingan investor di pasar modal.

Otoritas bursa menegaskan bahwa penetapan status UMA tersebut bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan para pemegang saham emiten Grup Sinarmas ini. Selain DSSA, perhatian pasar juga tertuju pada dinamika saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang saat ini berada dalam situasi serupa di tengah fluktuasi pasar.

Pihak manajemen bursa memberikan klarifikasi mengenai status pengawasan khusus ini guna menghindari kesalahpahaman publik. Penetapan UMA merupakan prosedur standar dalam pengawasan aktivitas transaksi yang menyimpang dari pola biasanya.

"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal." tulis manajemen BEI melalui keterangan resminya.

Tim pengawas bursa saat ini sedang melakukan analisis mendalam terhadap volume dan frekuensi perdagangan saham DSSA. Otoritas ingin memastikan tidak ada praktik manipulasi yang merugikan publik dalam pergerakan harga tersebut.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham DSSA tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini." jelas pengumuman resmi BEI.

Berdasarkan data perdagangan terakhir, harga saham DSSA justru mengalami tekanan dengan koreksi sebesar 5,57 persen menuju level Rp1.525 per lembar. Tren penurunan ini memperpanjang catatan negatif saham perusahaan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam kurun waktu satu bulan, nilai saham DSSA telah merosot hingga 40,24 persen, sementara sejak awal tahun 2026 atau year to date, pelemahan tercatat mencapai 61,27 persen. Penurunan tajam ini terjadi bertepatan dengan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait kebijakan indeks global.

MSCI berencana mengeluarkan emiten yang masuk dalam daftar High Concentration Shareholder (HSC) dari indeks mereka. Kebijakan tersebut berdampak langsung pada DSSA dan BREN yang memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan sangat tinggi, masing-masing sebesar 94,00 persen dan 97,00 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi